PILKADA LEMBATA: KONSTRUKSI, DEKONTRUKSI, REKONSTRUKSI, ATAU ANAMNESE DAN REVISI

Lembata: Selamat berkompetisi tanpa mengeruhkan air

Lembata: Selamat berkompetisi tanpa mengeruhkan air

Berbagai media sudah memberitakan bahwa sudah ada lima pasangan bakal calon (balon) bupati dan balon wakil bupati Lembata yang lolos seleksi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Lima pasangan balon tersebut, adalah Tarsisia Hani Chandra dan Linus Beseng (Paket Halus), yang menempuh jalur perseorangan; pasangan Eliaser Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday (paket Sunday) yang diusung partai Golkar, NasDem dan Hanura, serta didukung oleh PKPI dan PPP; pasangan Herman Loli Wutun dan Yohanes Vianney Burin (Paket Titen) yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS); Pasangan Viktor Mado Watun dan Muhammad Nasir (Paket Viktori) yang diusung oleh PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); pasangan Lukas Lipatama Witak dan Ferdinandus Leu (Paket Winners), yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

Barangkali selain paket HALUS,  paket-paket balon ini sesungguhnya tidak menampilkan wajah-wajah baru. Kalau dianalogikan dengan liga sepak bola, bisa dikatakan bahwa yang tampil sekarang adalah tim-tim lama yang akan kembali berkompetisi; termasuk di sini sang petahana. Apakah petahana akan mampu menapakkan kakinya kembali, atau malah tersingkir oleh tim lainnya.

Setelah mencermati paket-paket ini, timbul semacam kesan bahwa masing-masing paket ini menampilkan kekhasannya yang memiliki ciri-ciri dan posisi strategi tertentu, yang terbentuk dalam perjalanan mereka berkompetisi memperebutkan posisi menjadi orang nomor satu di Lembata. Ciri-ciri ini tidak bersifat begitu eksklusif dan ketat, melainkan lebih sebagai kecenderungan yang ikut dipengaruhi oleh kondisi paket entah sebagai wajah baru atau lama. Wajah-wajah lama pun harus diakui, sesungguhnya datang dari berbagai tipe dengan masing-masing konstruksi historisnya; entah muka lama yang tidak lolos seleksi, atau lolos tetapi kalah dalam pertarungan, lolos tetapi tidak puas dengan posisinya, atau yang menyesal, karena sebetulnya sudah lolos, tetapi barangkali adanya blunder pada detik-detik akhir, telah menjadi nila setitik yang merusak susu sebelanga. Lima paket ini memiliki lima kekhasan yang akan menjadi modal dan arah gerakan mereka menuju kesuksesan, entah sukses mendapatkan kursi bupati, atau sukses membangun satu landasan politis yang bisa menjadi kapital bagi masa depan jangka dekat atau barangkali masa depan jangka jauh.

Lima kekasan yang bisa dikenakan pada masing-masing paket adalah konstruksi, rekonstrusi, dekonstruksi, anamnese, dan revisi.

KONSTRUKSI

Sederhananya konstruksi adalah usaha untuk membangun sesuatu dari awal mula. Ini akan merupakan pendekatan yang bakal lebih banyak dilakukan oleh wajah baru, seperti paket Halus. Paket Halus barangkali akan lebih berkonsentrasi dalam melakukan konstruksi. Maka paket ini harus mengkonstruksi sesuatu yang baru, yang menarik perhatian, dan mengejutkan. Tampil beda menjadi ciri khas paket ini. Dan karena baru mulai membangun konstruksi, maka paket ini harus kerja keras. Do the best and God does the rest. Buat yang terbaik dan bagaimana hasilnya serahkan saja ke tangan Tuhan. Barangkali yang terpenting bagi paket ini adalah ingin memanfaatkan panggung ini seoptimal mungkin untuk menunjukkan eksistensinya, dan siapa tahu bisa langsung memenangkan pertarungan ini.

REKONSTRUKSI

Dalam rekonstruksi yang dilakukan adalah menata kembali apa yang sudah dibangun tetapi sempat terbengkalai, dan tertinggal karena, ibaratnya, tidak ada izin membangun. Maka seluruh mesin yang sempat dioperasikan dan kemudian tersimpan di gudang, kembali diberi pelumas dan dipanaskan sehingga bisa mulai diefektifkan lagi.

Ini kiranya menjadi ciri khas paket Winner (Lukas Witak dan Ferdinandus Leu). Rasa penasaran karena (di)gagal(kan) pada tahap pemeriksaan kesehatan, bisa meningkatkan energi dan dinamika tersendiri untuk bergerak lebih sepenuh hati dalam mengejar cita-cita ini.

DEKONSTRUKSI

Dalam dekonstruksi mau diperlihatkan bahwa tidak ada penafsiran tunggal dan absolut terhadap sebuah “teks” pembangunan. Ini akan menjadi kekhasan paket Viktori (Viktor Mado Watun, dan Muhammad Nasir). Sebagai mantan wakil bupati, dia harus melepaskan diri dari bayang-bayang bupati yang sekarang menjadi petahana. Pernyataannya di Pos Kupang (28 September) “maju tanpa dendam” beraroma dekonstruksi.

ANAMNESE

Anamnese atau pengenangan, sepertinya akan menjadi cirinya petahana. Ini akan menjadi strateginya paket Sun-Day (E. Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday). Petahana hanya perlu mengajak orang mengenang kembali apa yang sudah dikerjakannya. Bukti-bukti sudah ada. Dia hanya melanjutkan program-programnya yang belum terlaksana. Tetapi anamnese juga bisa menjadi bumerang kalau ternyata obyek anamnesenya dimodifikasi menjadi anamnese yang negatif. Anamnese bisa dibuat dan berubah menjadi amnesia.

REVISI

Titen adalah pesaing berat petahana dalam pemilukada periode yang lalu. Bahkan ada pengamat yang mengatakan kekalahannya pada putaran kedua itu lebih disebabkan karena blunder yang menjadi bumerang pada saat-saat akhir. Artinya untuk Titen sekarang yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi dan merevisi kekurangan-kekurangan di masa lalu, dan mampu membuktikan dan menunjukkan kekurangan-kekurangan dari petahana. Perlu diingat bahwa pada periode yang lalu tidak ada petahana. Maka berhadapan dengan petahana, pasti berbeda dengan ketika sama-sama bukan petahana. Situasi ini bisa merugikan, bisa juga menguntungkan, tergantung bagaimana titen memanfaatkan anamnese yang dibuat oleh petahana. Tetapi tentu saja paket-paket lain juga perlu diperhitungkan.

Tentu saja, tulisan ini hanya melihat dari satu aspek saja. Aspek lain pasti sudah cukup diperhitungkan masing-masing paket, misalnya pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan pasangan dengan memperhitungkan berbagai aspek lain menyangkut jumlah, asal, gender, usia, serta kecenderungan pemilih, dan tentu saja isu-isu negatif seperti money politic, primordialistik dan sebagainya.

Yang jelas, pilkada akan seru dengan paket-paket yang cukup bervariasi. Semoga kompetisi berjalan secara sehat jujur dan adil, sehingga hanya ada tepuk tangan, sorak sorai, saling berkompetisi, dalam suasana demokrasi yang sehat dan manusiawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s