KAMBING (TAK) CONGEK

Waktu terus berlalu. Kita masuk lagi ke Tahun Baru Imlek menurut penanggalan Tionghoa. Tahun baru ini adalah tahun kambing. Sosok shio ini adalah sabar, tenang, damai, bahkan terkesan seperti kambing congek. Tetapi sebenarnya kambing itu tak congek. Dia tidak dungu, cuma tidak cepat bereaksi. Apa lagi kambing kayu, terkesan kaku.

Kalau membuat analogi dengan dunia sepak bola sosok kambing itu seperti tim panser Jerman yang terkesan lambat panas, cenderung tenang, ketika menyusun strategi, dan baru menjadi beringas ketika melakukan serangan-serangan yang terkonsep. Beda dengan tim-tim Inggris yang selalu dinamis, kick and rush, tendang dan lari, beringas dari awal sampai akhir. Maka pertandingan-pertangingan di Liga Inggris lebih ramai dan dinamis dibanding pertandingan-pertandingan di Liga Jerman yang terkesan kaku dan membosankan.

Mereka yang senang dengan perilaku yang reaktif dan cepat tanggap, cenderung mengkonotasikan kambing sebagai kambing congek, atau kambing hitam. Tetapi sebenarnya kambing yang tenang dan sabar itu tidak cenderung suka be-reaksi, melainkan ber-aksi. Sikap bereaksi itu pertanda ketidak-bebasan, karena sikap itu didasarkan pada pengaruh dari aksi sebelumnya, sedangkan sikap beraksi itu pertanda kebebasan, tidak ditentukan oleh aksi sebelumnya, melainkan memulai suatu tindakan atau aksi baru.

Belajarlah dari kambing untuk tetap bebas walaupun terkesan congek; belajar untuk tidak hanya selalu mudah bereaksi melainkan bisa menyusun aksi kita sendiri secara bebas; belajar untuk tidak selalu harus ditentukan oleh orang lain, melainkan menentukan sikap dan bahkan nasib kita sendiri; belajar untuk mengambil keputusan sendiri dan tidak menyalahkan orang lain ketika keputusan yang diambil ternyata keliru; belajar untuk bertanggung jawab atas tindakan yang kita lakukan berdasarkan kebebasan yang kita dapatkan, dan tidak mengkambing-hitamkan orang lain yang tidak mendapatkan kebebasan itu.

Manusia itu bebas. Dia selalu bisa mengambil jarak terhadap dunia sekitarnya. Dia bisa tidak makan walaupun lapar. Dia bisa berpuasa dan bisa mogok makan. Dia bisa menunda makan, menentukan jam makan dan apa yang dimakan. Dia bisa menguasai dirinya ketika lingkungannya seperti mengkondisikan dia ke satu posisi tertentu. Dia tidak seperti kucing yang kalau ada ikan asin tergeletak akan langsung dicaplok. Dia mampu menentukan sikap dan mengambil keputusan untuk tidak memakannya.

Kambing bukan sosok yang ketika dirinya bermasalah, orang lain yang dikambing hitamkan. Kambing bukan sosok yang ketika masalah ada dalam dirinya, orang lain yang harus diatur. Kambing bukan sosok yang menyelesaikan masalahnya di timur padahal masalahnya sesungguhnya ada di barat.

Tahun ini harus menjadi tahun yang penuh kesabaran. Kita sedang dalam proses revolusi mental. Mental di sini bisa berarti mentalitas, watak, perangai, bisa juga berarti pental, terpental. Kalau tidak hati-hati, revolusi mental kita justru bisa menjadi revolusi yang terpental.

Sosok kambing sesungguhnya kita perlukan untuk menghadapi revolusi ini. Tidak congek, bebas, tenang, tidak gegabah, aktif, dan bukan reaktif. Selamat memasuki Tahun Kambing. Gong Xi Gong Xi, Gong Xi Fa Cai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s