KORUPSI

Musuh atau sahabat
Laknat atau bedebah
Setan atau leviathan
Tetap saja entah
Lantaran kau tak pernah jelas berpendar

Ketika saatku bertebar pesona
Aku tampil berteriak keras
tegas lantang membahana
Enyahlah kau si laknat bedebah

Busuk baumu,
Tengik dan asem aromamu
Jangan sampai
merecoki pesonaku

Tetapi …hehoha….
Usai aku tebar pesona
Kau berubah jadi primadona
Aroma tubuhmu
Dan embusan angin buritanmu
Membangkitkan nafsu serakahku dalam pendaman
Lalu diam-diam aku memburumu
Dan berbisik merayu
Sini kau, jangan berisik

Dan kau melenggok genit
Sambil lirik menggoda
Dan aku bilang
Kita damai dan cincailah
Karena sejatinya aku menyukamu

Dan kau pun kembali terbahak
Bawah perutmu ikutan terguncang
Ketika kembali aku belagak melaknatimu
Saat sakau tebar pesona kembali mengerupsi
Menyambut datangnya pesta demoterasi

Jakarta, 23/11/13
Benyamin Molan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s