MAYORITAS DAN MINORITAS

Sebenarnya mayoritas dan minoritas adalah soal aspek. Mayoritas penduduk Indonesia kalau dilihat dari aspek agama adalah Muslim. Tetapi kalau dilihat dari aspek suku, mayoritas penduduk Indonesia bersuku Jawa, atau lebih umum Melanesia. Dari aspek penghuni, mayoritasnya adalah warga negara Indonesia. Dari aspek warna kulit, mayoritas penduduk Indonesia berkulit sawo matang. Dari segi bahasa, mayoritas penduduk Indonesia berbahasa Jawa. Dari segi pekerjaan, mayoritas penduduk Indonesia bekerja sebagai petani.

Atau dalam lingkup yang lebih sempit, konsep mayoritas minoritas bisa berubah. Warga Muslim di NTT adalah minoritas, walaupun di Indonesia, mayoritas. Suku Jawa di Maluku adalah minoritas, walaupun di Indonesia mayoritas.

Aspek ini mengindikasikan identitas. Setiap obyek atau fakta dapat dilihat dari berbagai aspek. Kata Amartya Sen, setiap orang itu multi-identitas. Ketika melakukan kegiatan ibadah, misalnya, saya berkumpul dengan orang yang seidentitas, dari segi agama. Tetapi sebenarnya saya sedang berkumpul dengan orang dari beraneka ragam suku, gender, usia, status, kelas sosial. Ketika saya berkumpul dengan orang sesuku saya, sebenarnya saya sedang berkumpul dengan orang dari beraneka ragam agama, gender, usia, dan status.

Masalahnya muncul ketika saya mengidentifikasi diri saya secara berlebih hanya pada satu identitas saja dan menafikan identitas lain. Yang jadi masalah di sini bukan soal fakta melainkan soal bagaimana orang melihat, memaknai, dan memanfaatkan fakta itu. Tidak heran orang bisa memanipulasi fakta itu hanya untuk kepentingan dominasi identitas tunggal.

Bagaimana pun juga aspek itu hanyalah aspek dan tak pernah menjadi fakta tunggal satu-satunya. Karena setiap aspek melihat fakta hanya dari satu sudut pandang tertentu yang pasti berbeda dari sudut pandang lainnya. Maka pada tempatnya kalau timbul masalah ketika kita menjadikan aspek sebagai fakta, dan memanipulasinya untuk tujuan tertentu.

Biarkan Indonesia menjadi fakta yang utuh dan tidak dipenggal-penggal dan disayat-sayat menjai aspek-aspek tunggal dalam wawasan sempit yang mengadu domba, demi tujuan tak elok dari segelintir orang. Karena yang satu itu adalah tanah air, bangsa, dan bahasa. Selamat Ber-Hari Sumpah Pemuda.

Benyamin Molan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s