ALUMEKA RASA: BERSAUDARA SELAMANYA

Horeee! 22-23 Juni 2013, Kelompok Arisan Keluarga Besar Leuwayan Alumeka Rasa, kembali ke Puncak. Kali ini, acaranya adalah bersyukur setelah 25 tahun lebih menjalani kebersamaan yang dirintis melalui kegiatan arisan dan koperasi. Tema yang diusung adalah Bersaudara Selamanya. Tidak disadari, 25 tahun sudah dilalui dengan pertemuan-pertemuan hangat rutin bulanan, yang selalu terisi; jedah hanya terjadi pada saat bulan-bulan puasa.

Saling menggendong

Saling menggendong

Tiba di Puncak pukul 12.00 siang, kelompok ini memulai acaranya dengan makan siang bersama. Hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing keluarga, disajikan di satu meja untuk disantap bersama-sama. Ternyata makanannya berlimpah dengan menu yang sangat bervariasi. Tidak ketinggalan nasi kacang dan rumpu-rampe. Sayang tidak ada hengan, motong dan omaq. Selanjutnya Ketua Alumeka Rasa membuka Acara ini dengan sambutan, disusul permainan simbolik untuk mengukuhkan persaudaraan dengan saling mendukung dan menguatkan.

Setelah itu ada acara bebas bagi anak-anak, dan latihan koor untuk memeriahkan acara Misa Syukur. Pukul 18.30, Romo Ansel Amo Hobingbeni, MSC, membuka Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat. Lagu Ordinarium J. A, Korman, dilantunkan dengan sempurna oleh koor Alumeka Rasa, yang sebagian besarnya adalah anggota koor di paroki masing-masing.

Inilah sebagian wajah-wajah generasi ke 29 Ula-Loyo, atau generasi kedua Alumekarasa

Inilah sebagian wajah-wajah generasi ke 29 Ula-Loyo, atau generasi kedua Alumekarasa

Dalam misa ini Romo Ansel menyampaikan pesannya yang terinspirasi dari bacaan liturgi Hari Minggu Biasa 12, Luk. 9: 18-24, “Bersaudara Selamanya membutuhkan kesediaan untuk berkorban bagi sesama saudara, entah pengorbanan waktu, materi; pengorbanan untuk saling memperhatikan, saling mendukung, dan membantu ketika ada beban dan salib yang harus dipikul di tanah rantau ini.”

Makan malam bersama diadakan setelah Misa, dan dilanjutkan dengan acara-acara serius tetapi santai. Sambutan dari Ketua Panitia, Roby Apeworen, dari Ketua Keluarga Besar Leuwayan Jabotabek Alumeka Rasa, Leo Wayan Apelabi, dari Sesepuh Benyamin Molan. Amuntoda, dan dari Romo Ansel, menjadi bagian dari rangkaian acara pada malam ini. Acara hiburan pun diisi dengan vocal- group dari Narogong dengan lagu-lagu daerah yang dilantunkan dengan kompak. Ternyata Yoseph Suda Apeworen, Ketua Alumeka Rasa periode lalu, telah melatihnya dengan serius di tengah kesibukan kerjanya yang hampir menyita habis waktunya. Sayangnya, si kecil Carlo Apeworen (4 tahun) yang ikut berlatih, (menurutnya, dia menyanyikan suara alto), terpaksa tidak bisa tampil karena keburu ngantuk. Cakung tampil dengan joget topeng yang lucu, tetapi sedikit tersendat oleh gangguan pada sound-system.

Nona manis putarlah ke kiri, ke kiri, dan ke kiri . . .

Nona manis putarlah ke kiri, ke kiri, dan ke kiri . . .

Belajar berenang, persiapan mudik, langgar laut

Belajar berenang, persiapan mudik, langgar laut

Test tingkat pengenalan sesama saudara, dilakukan secara kocak. Yang keliru atau salah menyebut nama saudaranya, dihukum berjoget atau menari diringi sorak dan lagu seperti Kolo-kolo luka baka, Udeq mude lolon, sampai Poum pomboq piwing upomboum pomboq powong, dan Pengku lengku kengkeq. Acara dilanjutkan dengan penelusuran silsilah mulai dari generasi sekarang sampai dengan Buya Suri Ome Suri. Batan Hiangleraq, (putera Paulus Boli Hiangleraq) salah satu dari generasi Alumeka Rasa, ternyata mampu menghafal sampai 27 lapis keturunan, memuncak sampai Buyasuri Omesuri bahkan sampai Ula Loyo. Hal yang patut diapreasi, justru karena kemampuan ini dikembangkan di saat tradisi lisan sudah mulai ditinggalkan, bersamaan dengan munculnya tradisi tulisan saat ini.

Lagu-lagu timur pun berdentang sepanjang malam mengiringi para alumeka-rasawan/wati berjoget ria sampai subu. Tidur dan tergeletak seadanya seperti kebiasaan di kampung ketika ada pesta, menimbulkan suasana dan kesan tersendiri. Yang sedikit beda dari acara-acara Puncak yang lalu adalah tidak cukup ditampilkannya hamang suduq dengan pantun-pantunnya. Ini tentu saja disebabkan karena pelantun utamanya, yakni Almarhum Markus Mara Apenobe, sudah tiada. Semoga dia beristirahat dalam damai. Kami merasa kehilangan.

Sudah diikat, krupuknya masih lari-lari juga, pegang aja. ah.

Sudah diikat, krupuknya masih lari-lari juga, pegang aja. ah.

Pagi hari sampai siang diisi dengan rekreasi dan berenang; disusul kegiatan arisan dan acara anak-anak yang sangat-sangat menghibur, mulai dari lomba makan krupuk, memasukkan paku dalam botol, dan cerdas cermat. Joget balon menjadi acara yang paling mengocok perut, terutama ketika muncul Dewa (4 th) dan Yeye (3 th) yang berjoget dengan cara kreatif yang out of the box. Keduanya dengan sangat percaya diri tampil sambil memegang balon di jidatnya (padahal mestinya tidak boleh) sambil berjoget menyeruduk tanpa peduli, ketika semua yang menyaksikan, dibuatnya terpingkal-pingkal menahan tawa. Dewa dan Yeye dinyatakan juara karena mendapat aplaus paling banyak. Acara yang dikemas oleh ibu Yoseph Kuma Apelabi, dan disajikan oleh Roby Apeworen ini bertambah seru dengan berbagai hadiah untuk anak-anak yang disediakan khusus oleh Ketua Alumeka Rasa.

Balonnya kan tidak boleh jatuh, makanya dipegang saja. Logis kan.

Balonnya kan tidak boleh jatuh, makanya dipegang saja. Logis kan.

Acara ditutup dengan tukar-kado ibu-ibu. Kadonya berisi barang-barang tak-habis-pakai, yang bisa bertahan sebagai kenang-kenangan. Sejanjutnya foto bersama, dan . . . pulang. Pukul 14.00 para alumekarasawan/wati beriring meninggalkan villa, dan kembali ke markas masing-masing. Semoga ada kesegaran dan kekuatan baru untuk kembali menjalani lagi kehidupan sehari-hari. Sampai jumpa di pertemuan berikut dalam acara arisan pertama, putaran berikut. Bersaudara selamanya, memang alumeka rasa.

Jakarta, 25 Juni 2013.

2 thoughts on “ALUMEKA RASA: BERSAUDARA SELAMANYA

    • Terima kasih telah mengikuti juga perkembangan Alumekarasa. Kami senang kalau sekali-sekali bisa hadir di tengah kami juga. Salam dan terima kasih rai-rai dari Alumekarasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s