PRIA DAN WANITA DALAM BAHASA KEDANG

Bahasa Kedang sudah banyak diteliti orang luar. Sebut saja Van Trier, Robert dan Ruth Barnes, Ursula Samely, dan beberapa pakar linguistik dan anthropologi budaya dari Indonesia sendiri. Tetapi belum ada orang Kedang sendiri yang mencoba memperhatikan bahasanya. Maka saya mencoba membuka satu kategori dalam blog ini,  khusus untuk para penutur bahasa ini.

Dalam bahasa Kedang perempuan biasa disebut  areq rian. Bisa diterjemahkan secara harafiah ke dalam bahasa Indonesia menjadi perempuan besar.  Maka ketika seorang melahirkan seorang bayi perempuan, orang akan mengatakan: anaknya areq rian (perempuan besar). Pada hal yang ada sebenarnya seorang bayi perempuan mungil. Bagaimana si bayi kecil ini bisa disebut perempuan besar?

Dan ketika si bayi perempuan (areq rian) ini menjadi gadis perawan, dia akan disebut areq weriq. Terjemahan harafiah dalam bahasa Indonesia adalah perempuan kecil.  Bagaimana bisa bayi perempuan disebut areq rian (perempuan besar) sementara si gadis perawan yang sudah besar malah disebut areq weriq (perempuan kecil)?

Selanjutnya ketika areq weriq (gadis perawan) ini menikah, dia akan disebut weq rian, terjemahan harafiah ke dalam bahasa Indonesianya menjadi badan besar. Mengapa isteri dalam bahasa Kedang disebut weq rian (badan besar)?

Sementara itu laki-laki dalam bahasa Kedang termasuk bayi laki-laki adalah anaq abe. Ini tepat. Dalam bahasa Indonesia anaq abe bisa diterjemahkan menjadi anak laki. Ketika menjadi remaja, dia menjadi ebe abe (lelaki muda). Tetapi ketika dia menikah dia akan menjadi ate rian (artinya dalam bahasa Indonesia orang besar/dewasa).

Dengan demikian dalam perkembangannya, seorang perempuan akan mulai dengan areq rian (perempuan besar), areq weriq (perempuan kecil), dan weq rian (badan besar atau isteri). Sementara pria mulai dengan anaq abe (anak laki), ebe abe (lelaki muda) dan ate rian (orang besar atau suami). Ada ketidak-setaraan dalam perkembangan ini. Singaktnya perkembangan perempuan mulai dengan areq rian (perempuan besar), areq weriq (perempuan kecil), dan weq rian (badan besar).  Sementara perkembangan lelaki mulai dengan anaq abe (anak laki), ebe abe (lelaki muda), dan ate rian (orang besar).  Mengapa isteri disebut weq rian (badan besar) sementara suami disebut ate rian (orang besar)?

Ada apa di balik rahasia ini?

Benyamin Molan Amuntoda

7 thoughts on “PRIA DAN WANITA DALAM BAHASA KEDANG

  1. bagaimanapun juga, bahasa memilki rasa yang berbeda bagi penutur aslinya dan orang yang baru belajar. Orang kedang sendiri tidak pernah salah dalam memakai kata2 itu dalam penuturan sehari-hari, meski agak janggal kalau ditautkan dengan arti yang logis dalam bahasa Indonesia. Menurut saya tidak ada yang rahasia dan tidak ada yang salah kalau kita memahami kata-kata itu dalam konteks bahasa Kedang; ada 2 kategori
    jenis kelamin; areq rian-anaq abe
    status; remaja; areq weriq (cewek)-ebe tiboq-areq baran
    suami-istri; weq rian-ate rian

    terima kasi rai-rai guru MolanSio

    salam dari TuaqMado Lala Wutuq

    • Terima kasih amo Itto sudah menyumbang pendapat untuk lebih melengkapi pemahaman kita tentang bahasa Kedang. Siapa lagi yang berikut. Tentu tidak ada rahasia. Tetapi yang perlu kita bangun adalah kesadaran akan kehebatan nenek moyang kita yang mampu menyusun satu sistem bahasa yang begitu kaya dan berperan besar dalam melestarikan orang Kedang turun temurun. Ini adalah karya besar mereka yang perlu dipelihara. Salam untuk para saudaraku di TuaqMado Lala Wutuq.

  2. terima kasi rai-rai buat guru molansio.moq pemikiran nobeq sangat berguna untuk ke yang masi dein ta noq untuk lebih bisa watiq menggali seluk beluk bahasa edang.
    untuk mendapat kamus bahasa edang yang di tulis ole U.B.Samely dan R.H Barness yang berjudul ADictionary of the Kedang Language meneq cara nara bone new,,

    • Bahasa Edang memang perlu digali. Penuturnya biasanya hanya terima apa yang sudah jadi dan tidak banyak memikirkan bagaimana bahasa itu terjadi. Bahasa membawa serta banyak hal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

      Kamus Ursula tidak beredar di Indonesia. Yang ada cuma sampel yang dikirim Ursula dan Robert Barnes ke orang-orang tertentu. Kebetulan saya dapat satu ex. Tetapi sebenarnya bisa juga ditemukan dan digunakan secara online dengan bantuan google.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s