NAIK BUSWAY

Dua sesama sahabat, Adi dan Ade, datang ke sebuah pertemuan

Adi: Naik apa tadi ke sini.

Ade: Naik busway

Adi: Koq bisa sampai ke sini?

Ade: Ya, memang kenapa?

Adi: Busway itu kan tidak bisa jalan. Yang bisa jalan itu bus TransJakarta.

Ade: Tapi saya tidak naik bus TransJakarta

Adi: Jadi naik apa?

Ade: Naik motor lewat busway.

 MANULA

Tiga lelaki penuh baya alias manula, Mul, Sul, dan Dul, saling membanggakan  dirinya.

Mul:       Wah, ternyata saya masih punya tampang. Betapa tidak. Ketika berjalan santai di mal, saya masih dilirik cewek            cantik.

Sul:         Itu belum apa-apa. Di halte busway, ada cewek yang nempel terus di belakang saya ketika ngantri.

Dul:        Saya justru lebih hebat lagi. Ketampanan saya bukan hanya diakui cewek-cewek tetapi juga cowok-cowok. Saya baru sadar bahwa sesungguhnya saya belum tergolong manula. Buktinya: tidak ada yang memberi saya tempat duduk di bus TransJakarta.

TRANS JAKARTA MAKIN PANJANG

Seorang dari udik yang sebelumnya pernah berkunjung ke Jakarta,  menyatakan keheranannya kepada saudaranya di Jakarta.

Si udik:        Bus Trans Jakarta makin panjang ya. Dulu, ketika saya di sini, busnya masih pendek, sekarang kok sudah tambah panjang. Makan apa ya?

Si metro:    Makan uang lah.

Si udik:        Wah, kalau 10 tahun lagi saya datang, bus Trans Jakarta seperti apa ya?

Si metro:    Nanti bus TransJakarta sudah tambah panjang memenuhi seluruh ruas busway. Sopirnya pun cuma satu. Dia        tinggal menggerakkan busnya. Busnya akan bergerak berputar, dan penumpangnya tinggal turun saja di setiap halte. Dan nantinya, tidak ada yang bisa menyerobot jalur busway lagi.

BUS KITA

Dalam kerumunan antrian yang panjang dan padat di halte busway harmoni, banyak bis kosong yang cuma berlalu terus, dan tidak berhenti untuk memuat penumpang. Seorang anak bertanya kesal kepada kakeknya:

Anak: Kek, kenapa sih busnya pada kosong tapi koq gak ada yang berhenti?

Kakek: Kan itu bukan bus kita!

Setelah berapa lama, ada bus  yang akhirnya berhenti dan penumpang berdesakan naik.

Anak: Ini bus kita ya, kek!

Kakek:  ya, ayo naik

Anak: Koq semua pada naik, kek? Ade gak dapat tempat duduk jadinya. Suruh yang lain turun aja, kek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s