EURO 2012: INGGRIS JUARA?!

Inggris juara? Tidak mungkin alias mustahil. Pertanyaan ini bahkan dianggap mengada-ada. Mengamati perkembangan terakhir yang dialami tim Inggris, dan prestasi yang diukirnya, pertanyaan di atas menjadi tidak relevan untuk diajukan.  Tidak lolos ke Piala Eropa 2008, dan tersisihkan di Piala Dunia 2010 (ditekuk Jerman 4-1), tertatih-tatih untuk lolos ke Euro 2012 (walaupun prestasinya agak membaik pada laga-laga akhir), tim Inggris sepertinya tak pantas untuk diperhitungkan.

Tidak hanya sampai di sini. Tim ini telah diperlimbung lagi oleh mundurnya Cappello sebagai pelatih, tidak lama sebelum Euro 2012 digelar, tidak turunnya pemain-pemain besar seperti Frank Lampard, Rio Ferdinand, Garry Cahill di putaran final Euro 2012, dan larangan bermain dalam dua pertandingan bagi Wayne Rooney. Semua ini membuat orang semakin yakin bahwa tim Inggris semakin tidak diperhitungkan orang. Tetapi The Three Lions bukan Lampard, bukan Rio Ferdinand. The Three Lions adalah tim.

Inggris sebenarnya bisa jadi juara EURO, kalau sebagai tim mereka belajar dari Chelsea;  pelatihnya harus mencermati gayanya Di Matteo (yang sebenarnya juga belajar banyak dari Jose Mourinho pendahulunya di Chelsea); dan strikternya harus ngotot seperti Didier Drogba. Selanjutnya mereka akan mampu mengagalkan Spanyol yang warna permainannya sebenarnya condong ke Barca, dan mengatasi Jerman yang gaya permainannya condong ke Bayern München. Dua tim ini dianggap akan menjadi salah dua tim yang lolos ke empat besar.

Tinggal Belanda yang mesti dicermati Inggris. Walaupun kalah dari tim dinamit Denmark, Belanda belum habis. Belanda hanya kurang beruntung. Banyak peluangnya tidak jadi gol. Belanda akan sulit terbendung kalau dia bisa lolos dari babak penyisihan. Semakin banyak kali bermain, tim oranye akan semakin tajam. Dia seperti kincir angin yang pandai memainkan arah angin, dan tak hentinya berputar. Karena itu dia bisa juga liat seperti keju. Bahkan Belanda akhir-akhir ini cenderung menjadi tim yang sangat taktis dan ngotot. Dia malah menjadi mirip dengan gaya panser (yang sudah mulai ditinggalkan Jerman); alot, digih,  dan punya irama bermain sendiri, yang tak terpengaruh oleh pola permainan lawan. Tim dari negeri kecil Neederlande ini biasanya tampil sangat percaya diri. Ini harus menjadi pekerjaan rumah bagi Roy Hodgson.

Yang menentukan pada sepak bola adalah gol. Maka tim bisa bermain bagus, menguasai seluruh pertandingan dengan penguasan bola yang bagus, dan menciptakan banyak peluang bagi terciptanya gol, tetapi kalau tak satu pun gol tercipta, maka kemenangan tak bisa dituai. Apa lagi, bakal sangat ironis dan menyedihkan kalau dalam kondisi yang serba bagus ini tim tersebut malah kecolongan oleh serangan balik lawan yang bertahan total, berbaris di depan gawang. Jelas,  kekalahan tak terhindarkan. Kemenangan tidak diberikan kepada yang berhasil bermain bagus, melainkan tim yang sukses menciptakan  gol. Dan hampir pasti bahwa gol itu adalah gol kemenangan bagi tim yang menerapkan sistem bertahan. Strateginya adalah bertahan bukan hanya untuk tidak kebobolan melainkan bertahan sambil mencuri gol.

Apakah Inggris mampu melakukannya? Pertama dari aspek pelatih, kiranya tidak terlalu menjadi masalah. Karena setiap pelatih mampu menerapkan strategi apa pun. Pelatih selalu fleksibel membaca permainan, membaca kekuatan lawan dan mengukurnya dengan kekuatan sendiri, lalu menetapkan strategi yang dianggap tepat.

Dari segi tim, sepertinya tuntutan ini pun potensial terpenuhi. Dengan Steven Gerrard sebagai kapten, tim Inggris akan tampil lebih solid. Gerrard dengan penampilan yang lebih tenang dan piawai mengatur permainan, akan mampu merangkul tim menjadi satu sinergi, dan mengaplikasi strategi-strategi yang tepat di lapangan.

Apakah Rooney bisa menjadi ujung tombak yang efisien dan efektif? Apakah dia mampu membuat gol dengan peluang yang terbatas?  Apakah dia bisa membuat, barangkali,  satu-satunya peluang menjadi gol? Inilah tugas berat Rooney yang pasti sangat mampu dilakukannya. Sayangnya, dia tidak tampil pada dua pertandingan di babak penyisihan ketika Inggris melawan Perancis, dan Inggris melawan Swedia. Kalau Inggris bisa lolos dari babak penyisihan, bukan mustahil Inggris akan menjungkir balikkan semua prediksi, dan tampil sebagai juara Euro 2012.

Benyamin Molan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s