RESENSI BUKU: TEENAGERS

Judul Buku: Teenagers: The Agony, The Ecstasy, The Answer

Penulis: Aidan MacFarlane dan Ann McPherson

Penerbit: Little, Brown and Company (UK)

Tebal Buku: 338+xiii

Bahasa: Inggris

ISBN: 0-316-64713-6

Sesuai judulnya buku ini berbicara tentang bagaimana menjembatani kesenjangan dalam hubungan antara orang tua dan anak remaja alias ABG, yang masalahnya terus menerus aktual sepanjang zaman. Penulis buku ini adalah juga penulis buku bestselling lainnya berjudul Diary of a Teenager Health Freak dan beberapa buku lainnya mengenai remaja.

Buku Teeenagers ini didasarkan pada serangkaian wawancara dengan orang tua dan remaja, tentang bagaimana kedua area ini bisa dijembatani dengan baik; tentang bidang-bidang konflik dan bagaimana konflik itu bisa dikelola. Setiap bab juga memuat fakta-fakta relevan yang didapat dari riset, dan satu daftar saran yang oleh orang tua dan remaja dirasakan sangat bermanfaaf. Semuanya didapatkan dari pengalaman langsung, baik dengan orang tua maupun dengan remaja.

Secara singkat bisa dikatakan bahwa buku ini berbicara tentang apa yang dianggap penting oleh remaja dalam hidup mereka? Apa yang paling mereka sukai dari orang tua mereka, dan apa yang paling mereka benci? Mengapa mereka melakukan eksperimen dengan obat-obatan? Apa yang mereka pikirkan tentang seks? Bagaimana bisa terjadi bahwa apa yang mereka butuhkan dari orang tua mereka, berubah saat mereka bertumbuh menjadi lebih dewasa? Sejalan dengan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini buku ini juga menyajikan apa yang dipikrikan orang tua tentang perilaku anak remaja mereka, apa yang paling mereka sukai dan paling mereka benci dari anak cucu mereka, dan bagaimana mereka berpikir bahwa mereka pasti bisa melakukan yang paling baik jika mereka harus mencoba lagi.

Buku yang bisa dijadikan buku pegangan untuk mendampingi remaja ini, terdiri dari 21 Bab diserta 5 Lampiran. Keduapuluh satu bab ini berbicara cukup lengkap tentang permasalahan remaja dan orang tua para remaja itu. Dimulai dengan pembahasan masalah yang selalu disajikan dengan kutipan-kutpan pengalaman baik orang tua maupun remaja, disertai saran -saran singkat mengenai apa yang harus dilakukan oleh kedua atau masing-masing pihak sehubungan dengan masalah ini.

Bab 1 sampai 3 berbicara tentang hidup bersama dengan para remaja yang memiliki berbagai persoalan, mulai dari saat mereka cenderung tidak suka lagi berkumpul dengan keluarga, mulai sulit dikontrol, memiliki banyak teman pilihannya sendiri, tidak makan bersama lagi dalam keluarga, berpaparan dengan pesta, alkohol, rokok, dan diskusi. Masalah yang sering muncul adalah bahwa remaja terus berubah tetapi sikap orang tua tak pernah berubah. Prinsipnya adalah bahwa bukan hanya remaja yang berubah melainkan orang tua juga harus menyesuaikan diri dengan perubahan remaja itu. Berikut ini sebuah kutipan pengalamab ibu Abbie Scully “Di satu pihak remaja itu menarik, dan apa yang mereka lakukan juga menarik, dan saya senang. Di pihak lainnya ketika mereka beranjak dewasa, mereka semakin tidak bersama Anda lagi. Saya rasakan itu ketika putera saya mulai lepas dari kebersanaan dengan saya atau suami saya. Tahun ini merupakan tahun pertama ketika putera saya mengatakan dia tidak berlibur bersama kami lagi. Saya sangat sedih walaupun saya berupaya memahami mengapa dia lebih suka berlibur bersama dengan temannya.

Bab 4 dan 5 menggambarkan bagaimana orang tua bersikap terhadap perkembangan dan perilaku seksual remaha, serta terhadap pergulatan saat remaja mulai terekspos pada eksperimentasi dengan obat-obatan terlarang. Beberapa saran yang menarik untuk membantu orang tua antara lain: “cobalah bicara tentang seks saat usia anak masih cukup muda namun sudah memiliki kemampuan untuk memahami; jangan tunggu sampai anak terlanjur dewasa (saat pubertas), biasanya anak akan mulai malu”; saran lainnya: “carilah beberapa buku pendidikan seks dan kontrasepsi yang baik lalu geletakkan di rumah;” atau juga “pendidikan dan ambisi merupakan kontrasepsi terbaik”, maka doronglah dan berilah motivasi.

Bab 6 berbicara tentang perbedaan dan konflik nilai antara orang tua dan remaja. Seorang remaja mengungkapkan, “Sesungguhnya menurut saya masyarakat di mana saya bertumbuh itu benar-benar berbeda dari masyarakat di masa orang tua saya remaja. Masyarakat sekarang tidak begitu tegas dan jelas seperti pada masa mereka. Sekarang aturan tidak begitu jelas, segala sesuatu bercampur baur dan membingungkan”. Beberapa saran yang dikemukakan antara lain: “Bila Anda tidak sepakat dengan pandangan remaja, jelaskan pendapat Anda, dan paling penting, jelaskan mengapa Anda berpendapat demikian. Anak remaja mungkin kurang berpengalaman tetapi mereka bukan tidak bisa berpikir logis. Atau “katakan maaf” secara lantang dan jelas, bila Anda memang salah; anak remaja sangat menghargai ini seperti kebanyakan mereka melakukannya!” Dan “tunjukkan secara jelas seberapa Anda sebagai orang tua peduli dan mencintai mereka”.

Bab 7 membahas masalah tingkah laku aneh para remaja seperti memalak. Tingkah laku yang juga semakin banyak dialami oleh anak-anak remaja kita. Beberapa saran bagi anak remaja yang mengalami pemalakan” “Beritahukan apa yang Anda alami kepada seseorang yang Anda percaya”; atau “jangan mengancam, persoalannya bisa menjadi besar; dukunglah teman Anda yang dipalak; jangan membawa senjata, masalah bisa jadi besar.” Saran untuk orang tua antara lain: “perhatikan tanda-tanda stres pada anak-anak Anda. Mereka mungkin tidak mau pergi ke sekolah, mengeluh sakit kepala atau sakit perut, kehilangan barang miliknya, meminta uang saku tambahan, atau kembali ke rumah dengan luka memar. Mereka sering enggan memberitahu Anda apa yang terjadi karena mereka khawatir Anda membawa masalah itu ke sekolah; dan jika anak Anda dipalak, cobalah minta dia menceritakan tentang itu dan beritahukan kepada seorang guru.”

Bab-bab selanjutnya juga disajikan selalu dengan pola yang serupa, banyak pengalaman konkrit baik dari pihak orang tua maupun anak remaja, dan saran-saran yang sangat menarik. Bab 8 dan 9 berbicara tentang perpisahan atau perceraian orang tua dan dampaknya terhadap anak remaja. Sementara bab 10 menguraikan tentang bagaimana menjadi orang tua tiri bagi anak remaja. Banyak problem yang perlu mendapatkan perhatian. Bab 11 mengutarakan tentang remaja yang mengalami depresi dan mengalami kekacauan dalam hidupnya, remaja yang berkeinginan untuk bunuh diri (bab 15). Bab 12 dan 13 berbicara tentang kebiasaan makan pada remaja, terlalu banyak atau terlalu sedikit. Bab 14 membahas masalah menarik tentang remaja yang mengalami masalah kesehatan sejak kecil. Misalnya, anak yang sejak kecil tubuhnya tidak memproduksi insulin yang kita kenal sebagai penyebab sakit gula atau diabetes.

Bab 16 dan 17 mengulas bagaimana tiba-tiba anak remaja Anda harus menjadi orang tua karena hamil sebelum— dan tanpa—menikah. Bagaimana remaja harus bertindak sebagai orang tua tunggal. Bab 18 membahas bagaimana menghadapi msalah pelecehan seksual terhadap anak remaja. Bab 19 menggambarkan situasi dalam keluarga yang punya anak remaja laki dan wanita. Dan bab 20 berbicara tentang bagaimana remaja tiba-riba harus ditinggal mati orang tuanya. Bab 21 adalah kesimpulan-kesimpulan dengan pernyataan-pernyataan langsung dari anak-anak remaja.

Selanjutnya ada 5 Lampiran, masing-masing mengulas soal Kontrasepsi, Penyakit Kelamin, Obat-obatan, Kesehatan dan Kebugaran, serta Organisasi-organisasi rujukan yang bermanfaat bagi remaja ketika beropaparan dengan masalah.

Buku ini menyajikan semua persoalan remaja secara gamblang, dan menarik. Yang menjadi keunggulan buku ini adalah bahwa di sini tidak disajikan nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk yang teoritis dan bersifat menggurui, melainkan saran-saran konkrit dari pengalaman orang tua dan remaja dalam kehidupan mereka.

Buku menarik ini memang berbahasa Inggris dan diangkat dari lingkungan dan konteks Inggris. Alangkah bagusnya kalau ada juga upaya untuk menghasilkan buku semacam ini dalam konteks dan suasana Indonesia. Namun demikian kami sangat menganjurkan buku ini untuk dibaca oleh orang tua yang mendampingi anak remajanya, termasuk para guru dan pendidik; juga oleh anak-anak remaja yang sering mengalami kesulitan dengan orang tua mereka. Tentu sekali banyak saran yang disajikan di dalamnya harus disesuaikan dengan situasi dan konteks Indonesia. Kita tunggu mudah-mudahan bakal muncul terbitan edisi Indonesianya.

Benyamin Molan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s