Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011

22 September 2011

Teks & foto : Ifan F. Harijanto

Sumber: Indonesia Kreatif

Canda tawa di belakang panggung dan ruang ganti Gedung Kesenian Jakarta siang itu sangat riuh, puluhan penari dan pemain musik dari setiap daerah di seluruh Nusantara berbaur untuk memeriahkan Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011. Udara panas Jakarta yang mungkin tidak bersahabat dengan sebagian penari yang datang dari berbagai daerah, tidak menyurutkan mereka untuk tampil di panggung Gedung Kesenian Jakarta.  Festival yang dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2011 dan berakhir tanggal 22 September 2011 ini menampilkan beragam kesenian khususnya Seni Tari yang menampilkan Tari Tradisional dari daerahnya masing – masing. Dalam sambutan Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film  Drs. Ukus Kuswara, M.M. mengungkapkan bahwa Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara ini merupakan salah satu misinya untuk melestarikan nilai keragaman dan kekayaan budaya dalam rangka memperkuat jatidiri dan karakter bangsa. Sementara itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero Wacik, S.E. mengungkapkan bahwa Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011 adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan keragaman seni budaya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para generasi muda agar tercipta pemahaman dan kecintaannya terhadap kesenian Indonesia. Festival tari yang diikuti oleh hampir seluruh propinsi di Indonesia, juga diharapkan dapat meningkatkan integritas nasional serta meningkatkan jati diri dan karakter bangsa, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat di mata dunia.

Tarian Hedung Huriq dari daerah Nusa Tenggara Timur adalah tarian luapan suka cita atas keberhasilan dalam pertempuran.

Acara yang dimulai pukul 10.30 wib dibuka oleh penampilan tarian dari Kalimantan Selatan yang menampilkan Tari Aruh Pengantin yang berarti acara pengantin yang menggambarkan tradisi masyarakat Banjar Kalimantan Selatan dalam bekerjasama dan bergotong royong mempersiapkan acara perkawinan. Penampilan kedua diisi oleh tarian Resam I Gayo dari Aceh yang menceritakan Rasa syukur atas Cinta yang dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa terutama terhadap lawan jenis, sebagai rasa syukur itu mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan sesuai dengan sunah Rasul, tarian ini dimainkan oleh muda – mudi dari masyarakat Gayo. Sebelum jeda istirahat sesi pertama ditutup oleh penampilan dari Nusa Tenggara Timur yang menampilkan Tarian Hedung Huriq yang berarti luapan perasaan kegembiraan dengan menunjukkan kebolehan lenggang dalam menari huriq yang artinya senjata yang dipergunakan dalam peperangan/ pertempuran.

 

Penampilan dari Propinsi D.I Yogyakarta yang menampilkan Tari Nini Thowong yang berkembang di daerah Pundong Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Setelah Jeda Istirahat Sesi 1, acara dilanjutkan pukul 13.30 yang dibuka oleh penampilan dari D.I Yogyakarta  yang menampilkan tarian Nini Thowong yang popular dan berkembang di daerah Pundong Kabupaten Bantul Yogyakarta, pada jaman dahulu masyarakat sering memfungsikan untuk upacara adat dan bahkan upacara meminta hujan, kesenian ini tidak ubahnya seperti permainan jailangkung namun dengan kepandaian dan kepiawaian para leluhur dikala itu bentuk fisiknya menjadi sebuah boneka yang menyerupai manusia. Namun saat ini kesenian tari Nini Thowong berfungsi sebagai seni pertunjukan yang bersifat menghibur saja. Sebuah kehormatan untuk para penari dari Nusa Tenggara Timur, karena pada saat penampilan mereka dihadiri langsung oleh Ibu Bupati dan Ibu wakil Bupati NTT yang ikut serta dalam rombongan dan menambah semangat para penari yang rata – rata masih berusia muda.

Para penari dari Propinsi Nusa Tenggara Timur Berpose dengan Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Guberbur NTT di halaman Gedung Kesenian Jakarta .

Selain menampilkan pertunjukan Tari dari daerah – daerah di Indonesia, Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011 juga menyelenggarakan sarasehan, pameran dan penulisan deskripsi yang diharapkan dapat menjadi salah ssatu upaya strategis dalam menyikapi persoalan – persoalan yang terjadi dalam kehidupan seni tradisi Indonesia saat ini. Dengan mengangkat tema “ Eksplorasi Dalam Tradisi “ yaitu strategi penciptaan untuk mendayagunakan kekayaan dan kemajemukan seni tradisi lokal untuk diwujudkan secara kreatif dan inovatif, seperti yang dituturkan oleh Drs. Ukus Kuswara, M.M.

Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011 ini diharapkan kedepannya tidak hanya diselenggarakan dan dipusatkan di satu tempat dengan durasi penampilan yang lebih lama lagi dan waktu pelaksanaan yang lebih lama. Kita menyadari bahwa kekayaan Budaya Indonesia khususnya seni Tradisional Tari dan musik sangat beragam dan banyak diantarnya yang belum diketahui masyarakat luas, apalagi untuk pengenalan kepada generasi muda penerus bangsa ini untuk bisa lebih mengenal Budaya Lokal yang sangat beragam ini akan semakin sulit apabila yang dipublikasikan ke masyarakat adalah jenis – jenis budaya instan dan budaya yang datangnya dari luar. Mungkin pemerintah bisa lebih giat lagi menyelenggarakan acara – acara semacam ini untuk lebih memasyarakatkan dan mengenalkan lebih dekat beragam macam Kebudayaan Indonesia. Semoga Tarian tradisional yang merupakan warisan Budaya yang sangat berharga ini tetap lestari. (@justsayifan).

Selain Pertunjukan Tari di Gedung Kesenian Jakarta juga diadakan pameran publikasi berupa poster dari setiap propinsi yang tampil di Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s