JADILAH PENULIS YANG SANTUN

Saya terkejut membaca sebuah artikel berjudul “Lembata Baru: Harapan Baru” di sebuah harian terkemuka NTT, Jumat 26 Agustus 2011, yang sangat mirip dengan artikel Molansio “Lembata Baru: Selamat & Sukses” 4 Agustus 2011. Kedua artikel itu bukan hanya mirip idenya, melainkan sebagian besar kalimat-kalimatnya juga sama persis. Berarti yang dilakukan cuma copy paste, tanpa disebutkan sumbernya.  Komentar saya pada artikel tersebut, yang termuat juga di Web, ternyata tidak ter-approved seutuhnya. Komentar susulan yang dimaksudkan untuk melengkapinya pun baru di-approved Sabtu 27/8/011 siang, menjelang sore.  Saya tidak tahu, apa alasannya. Sayang bahwa sebuah harian bergengsi kebanggaan NTT, telah kecolongan.

Berikut saya meng-copy-paste sebagian artikel tersebut untuk dibandingkan dengan artikel Molansio di blog ini berjudul “Lembata Baru:  Selamat & Sukses”. Yang diberi huruf italic adalah kalimat yang di-copy paste.

Lembata Baru harus legowo melakukan  pendekatan kepada paket-paket lain untuk secara sportif mengajak konstituennya memberikan dukungan. Yang jelas, bupati Lembata terpilih adalah bupati bagi seluruh rakyat Lembata, bukan hanya bupati untuk mereka yang memberikan suara dukungannnya dalam pemilukada, bukan bupatinya PDIP. Maka seluruh kotak-kotak perpaketan harus segera dileburkan, termasuk di sini suara-suara golput yang jumlahnya cukup besar pada pemilukada.

Perlu kita sadari bahwa pemberian suara dalam pemilukada adalah bagian dari metode dan proses yang berfungsi untuk memilih dan menentukan siapa yang bisa ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati yang sah, bukan untuk menunjukkan kepemilikan bupati. Seolah-olah bupati hanya milik mereka yang memberikan suaranya pada pemilukada.

Untuk itu keduanya harus mencanangkan program seratus hari sebagai langkah awal. Merealisasikan program itu perlu menggandeng semua pihak sehingga  menjadi satu kekuatan yang maha dahsyat  membangun Lembata dari keterpurukan, memerangi korupsi  dan memberantas kolusi dan nepotisme. Seratus hari pertama adalah momen strategis untuk kesuksesan langkah selanjutnya. Ibarat dalam sepak bola, gol pada menit-menit awal adalah gol pemberi semangat.

Berarti move 100 hari pertama punya peran yang sangat besar untuk menunjukkan eksistensi, menarik dukungan dan meraih simpati. Maka apa yang sudah dipertimbangkan sebagai gebrakan strategis seratus hari pertama harus direncanakan secara matang dan berani, supaya sukses. Jika tidak maka langkah selanjutnya akan menjadi seret dan tertatih.

Perlu disadari bahwa pemerintah  bukan satu-satunya pihak yang secara tulus mau mensejahterakan rakyat. Ada juga pihak-pihak lain yang juga tak kalah tulusnya, dan karenanya mendapatkan kepercayaan besar dari rakyat.

Pemerintah, dalam hal ini bupati, juga harus mampu mendekati dan berinisiatif mengajak kerja sama dengan berbagai pihak yang tak kalah tulusnya, seperti LSM, lembaga agama dan lain-lain.  Prinsip sinergi  sangat bermanfaat untuk mencapai hasil yang maksimal.*

Sebenarnya saya senang bahwa ide saya bisa disampaikan untuk dibaca lebih banyak orang dan mudah-mudahan bermanfaat. Tetapi lebih bermartabat kalau itu dilakukan secara santun. Kalau sungkan menyebutkan sumbernya persis karena enggan mempromosikan blog saya, katakan saja bahwa sumbernya dari sebuah blog. Itu masih lebih bermartabat; artinya penulis masih mengakui bahwa itu bukan idenya sendiri.  Tak elok mengambil ide orang lain dan mengkaplingnya sebagai ide sendiri. Itu bagian dari plagiat.  Mari kita sebagai pembaca dan panulis saling mengapresiasi, untuk menggali ide-ide dan konsep-konsep baru yang terus bekembang maju. Salamku,

Benyamin Molan Amuntoda

One thought on “JADILAH PENULIS YANG SANTUN

  1. Untuk Bapak Frans Paya Apelabi…! selamat dan sukses atas Juara Nasional Seni Tari Kebuayaan Kedang yang talah mewakili NTT sekaligus mengawali Lembata Baru yang dalam Kepemimpinan Bapak Bupati Lembata Yance Sunur, semoga Bapak Bupati secara terus menerus untuk memproklamirkan Lembata Baru dengan wajah-wajah baru dari Kedang Omesuri alias molan sio. terima kasih Bapak Yance begitu anda naik memimpin Lembata, begitu juga muncul juga Juara Nasional Kebudayaan mmbentang di depan anda itu berarti suatu kesuksesan kepemimpinan anda udah bisa dianalisa oleh masyarakat yang memncintai kepemimpinan Bapak…. selamat membangun Lembata Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s