PILKADA LEMBATA: PREDIKSI ANDA?

Besok 19 Mei 2011, orang Lembata akan berbondong-bondong ke TPS untuk melakukan pemilihan bupatinya.  Sementara di dunia maya, mesin pencari penuh dengan klik-klik yang dilakukan untuk menemukan berita tentang prediksi Pilkada Lembata 2011. Tentu saja prediksi hampir tidak ditemukan. Sepertinya orang Lembata takut berprediksi, karena mereka sekarang hanya mau berharap; berharap bahwa paket dukungannya akan menang.  Maka kalau diminta prediksi, yang keluar sebagai hasil prediksi dari mereka ya harapan itu tadi, bahwa paketnya yang menang. Bahkan masing-masing pihak begitu yakin, akan memenangkan pemilu kada ini dalam satu putaran saja, demi menghemat biaya, katanya. Niat yang patut dipuji. Semoga niat baik ini cukup didukung dengan kiat-kiat yang cerdas.

Kalau sedikit mengamati perkembangan dari informasi terbatas yang saya terima dari Lembata, saya masih bertahan pada analisis saya dalam artikel sebelumnya pada blog ini, bahwa uang tetap masih mendominasi. Serangan fajar menggunakan peluru-peluru kendali dengan kandungan uang dan sembako kiranya tetap menjadi senjata ampuh andalan, yang akan dilancarkan sesuai dengan adat kebiasaan pemilu kada.

Bicara tentang pemimpin dan kekuasaan jadi teringat pada om Machiavelli.  Jika kita bisa merujuk pada tiga kategori pemimpin yang ditawarkannya, yakni pemimpin yang dibenci, ditakuti, dan dicintai rakyatnya, maka kepemimpinan yang didapatkan dengan uang tidak termuat secara tegas dalam kategori ini. Machiavelli mengakui bahwa paling berbahaya menjadi pemimpin yang dibenci. Paling realistis menjadi pemimpin yang ditakuti. Paling sulit menjadi pemimpin yang dicintai. Sementara proses pemilu kada merupakan sistem yang mau memberi peluang untuk mendapatkan pemimpin yang dicintai rakyatnya.   Uang bisa menjadi penghambat bagi proses ini, yakni proses yang ditempuh rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang dicintainya. Maka pihak yang menggunakan uang di sini, perlu menyadari dengan sungguh, bahwa dia telah memecundangi dan menghambat suatu proses yang sangat penting dalam mencapai kesejahteraan bersama, yakni relasi cinta yang membangun antara rakyat dan pemimpinnya.

Maka saya hanya bisa menghimbau, atau sekiranya saya tidak pantas diposisikan pada posisi ini, saya memohon bahwa pihak yang memenangkan uang pada pemilukada ini, jangan lupa mentransformasi pilihan cinta-uang itu menjadi pilihan cinta-pemimpin. Kecenderungan yang biasa adalah bahwa terhadap setiap budak yang dibeli dengan uang, seorang majikan akan cenderung berlaku sewenang-wenang dan seenaknya. Mudah-mudahan ini tidak terjadi di dunia Lembata. Jangan hanya karena bisa membeli Lembata, lalu pada gilirannya Lembata pun nanti dijual lagi, atau jangan-jangan malah sudah dijual. Semoga Lembata terhindar dari mala petaka ini. Libera nos a malo.

Benyamin Molan Amuntoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s