KEDANG TETAP KEDANG

Kedang tetap Kedang
Apa pun yang terjadi
Kedang selalu Kedang
Dan senantiasa Kedang

Di mana pun berada
Jakarta, Panama, Roma, Atalanta, Atenila,
Ruman(ia), Bean Beach, Tawowon
Buya Suri
Ome Suri
Suri Ula
Ula Loyo
Satu

Dari dulu Kedang
dan sekarang pun
tetap Kedang

Kedang bukan kampung
bukan agama
bukan ideologi
bukan politik

Kedang itu budaya
Ikatan tradisi
Warisan leluhur
Kedang itu spirit,
roh, semangat, moril
nafas, jiwa, darah kehidupan
yang mengalir
memenuhi nadi dan sel-sel
tubuh yang satu
namanya Kedang

Bila agama diadu
Jangan Kedang jadi dombanya
Itu divide et impera namanya
Kiat-kiat licik tak bermoral
Warisan makhluk kolonial

Bila Ideologi memecah belah
Itu ideologi cuci otak
Buta, sempit, dan tidak kritis
Jangan hanyut dan ikutan picik
Bikin Kedang jadi berkeping

Bila politik menyebar duit
Awas, itu duit pemecah belah
Ambil, dan belikan kapur dan siri pinang
Biar merah liur dan bibirmu
Lalu ucapkan maaf dengan santun

Bila elit bermain curang
Itu artinya bakal suram,
Curang beranak curang
Bercucu curang
Berbuyut curang,
Dan berakhir di ujung jurang

Jadilah Kedang
Tetap Kedang
Satu
Bersaudaralah dengan siapa pun
Berdamailah dengan apa pun

Benyamin Molan Amuntoda

24 thoughts on “KEDANG TETAP KEDANG

  1. Masyarakat kita menanti sebuah perubahan yang hadir lewat perbuatan nyata dan bukan kata-kata saja. Karena itu, akan lebih bagus bila uneg2 saudara diwujudkan dalam tindakan nyata yang merupakan khotba bisu inspiratif bagi masyarakat kita……..
    sukses selalu …….

    • Terima kasih bung Sudarmo. Anda benar. Integritas kata dan perbuatan itu penting. Tetapi di sini wahananya bukan untuk memberi teladan, melainkan untuk menuangkan konsep dan ide. Lagi pula uneg-uneg itu tidak bermaksud untuk menggurui, memberi teladan apalagi mengkotbahi entah dengan cara bisu atau pun lantang, inspiratif atau mungkin konspiratif. Niat semacam ini malah menyiratkan kesombongan terselubung yang sering malah lebih mengundang cemoohan orang daripada menggerakkan orang untuk meneladani. Uneg-uneg itu ide dan konsep yang bisa didiskusikan dan dibahas. Areanya adalah pada soal wawasan dan pola pikir, bukan pada soal praktik dan perbuatan nyata. Wassalam dan sukses selalu juga bagi Anda.

  2. thanks for Pa Molansio atas puisi yg memaparkan ide2 cemerlang..,,,
    andai saja semua rakyat kedang merealisasikan ide2 ini, tak ada lagi yg namanya jurang terjal yang memisahkan dan menghancurkan kita.. sekalipun ada tapi kita telah menjembataninya…

    • Terima kasih juga. Saya khawatir bahwa modal kesatuan dan persaudaraan warisan nenek moyang dalam budaya, adat istiadat, dan bahasa menjadi luntur karena ada pihak yang mau mengeruhkan air untuk bisa mengail. Itu saja.

    • Saya juga tidak tahu persis, dan saya kira jua tidak ada informasi yang cukup meyakinkan. Kedang adalah istilah Melayu untuk Edang. Kata Barnes ada hubungannya dengan kata “e dang tatong lia namang”, Mungkin ada hubungan dengan alat musik “tatong” dari bambu. (Setahu saya di atas Leuwayan ada tempat namanya Edang, di situ banyak mambu). Barnes juga melihat kemungkinan dari bahasa Indonesia gendang. Tetapi sepertinya tidak ada hubungannya dengan eden, (keduali mau dihubung-hubungkan), apa lagi edan (gila). hehehe.

  3. terima kasih atas segala jasa dan perjuangan para leluhur kita yang tlah brsusah payah tuk meraihkan suatu prjuangan dan tlah mnghidupkan generasi2 mudah. smga dngan semangat dan jasa leluhur kita,kita dpat bangkitkan semangat muda mudi leu wayan alu rasa.

  4. Syahrudin Aco, mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berknan, namun harapan saya agar kita yang paham dan mengerti tentang ITI kita tetap mensuport penegak hukum kita agar mereka terus mengawali generasi muda kita khususnya anak2 muda kedang yang kita cintai tidak merusak budaya, moral dan etika yang ditinggalkan oleh para leluhur kita. trims…!!!

    • Terima kasih komentarnya amo Iksan. (1) Tutuq mapang laha. Apakah Anda menilai tindakan saya tidak sesuai dengan apa yang saya katakan? Mudah-mudahan Anda telah menilai saya dengan baik, walaupun saya ragu bahwa Anda cukup mengenal saya. Saya juga tak ingin bernarsis ria di sini. Tetapi yang jelas argumentasi yang baik adalah argumentasi yang menanggapi materi. Apa yang benar katakan benar, lepas dari siapa yang mengatakannya. Kalau apa yang saya katakan ada yang keliru, katakan di mana kelirunya. Kalau tidak, jangan bilang seandainya, tetapi ajaklah semua orang Kedang untuk menjadi seperti itu. (2) Beberapa komentar senada mengatakan “Seandainya semua orang Kedang seperti itu”, sebenarnya bukan seandainya, tetapi orang Kedang dulunya seperti itu. Saya hanya mau mengajak kita kembali menjadi orang Kedang sejati, supaya orang Kedang melihat sejarah. Bukankah sejarah itu pedoman arah? Orang Kedang punya ungkapan: witing pulu loing udeq, maten pulu uoq udeq, utin pulu neteq udeq, itulah falsafah orang Kedang tentang kesatuan dan persaudaraan. Bahkan apa yang disampaikan secara turun temurun dalam ungkapan dan nasehat-nasihat lisan selalu diberi judul Tutuq Puli Utun, Pau Panang Anaq untuk menjaga kelestarian keutuhan itu sampai turun temurun. Maka kalau apa yang saya katakan dinilai tidak cocok dengan tutuq mapang laha, mungkin cocok untuk Tutuq Puli Panang Anaq. (3) Tetapi perlu diingat bahwa falsafah kesatuan yang dianut orang Kedang itu tidak bersifat eksklusif (orang Kedang saja) tetapi inklusif (juga dengan orang di luar Kedang). Orang Kedang mengenal ebenerung/breung dengan komunitas lain. Dia mau bersaudaran dengan siap saja. (Baca artikel Quo vadis Lembata di Blog ini). Itulah orang Kedang. Sekali lagi jadilah Kedang sejati. Terima kasih amo. Wassalam.

  5. amo…sya minta maaff..sya tdk ada maksud apa2..terhadapamo..sya cuma pingin semua pejabat2 kedang yg skrg berbuat yang baik untuk kedang….sekali lagi sya mnta maaf..tdk ada maksud apa2 bt amo…ei atdien loyobohor u..

    • Saya juga minta maaf amo. Saya salah menafsirkan apa yang Anda maksudkan. Tetapi dengan demikian menjadi jelas apa yang dimaksudkan. Teruslah berjuang untuk kebaikan. Salam untuk saudara-saudara saya di Loyobohor. Ei Leuwayan u. Terima kasih.

  6. jayalah terus Edang,,,,,,walaupun seribu beban di pundak,,,,,,,,,,,,Aku akan slalu mndkungMu dengan cara apa pun,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    PEACE N LOVE FOR U EDANG,,,,,,,,FROM Generasi penerusmu
    Nama:Markus L.Christianpitra
    sapaan:putra peurapeq
    asal:Lembata,kedang,panama,waqkio

  7. trima kasih bnyak buat bpk.Molansio,stlah sy membaca puisi dari hsil krya bpk.sy akhirnya mrasah bngga mnjdi orngkedang/edang,,,,,,,,,skali lgi thanks,,,mari kita bergndengan tngan membangun Leu awuq kita tercinta KEDANG………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s