GEJOLAK-GEJOLAK UJIAN BAGI PILKADA LEMBATA

Tahap demi tahap proses pemilu kada Lembata 2011 pun terlewati. Walaupun tidak mulus, tetapi harus diakui bahwa proses pemilukada Lembata sampai saat ini masih berjalan sesuai rencana.

Pendaftaran

Tahap pendaftaran sudah terlampaui dengan baik, walaupun tidak seratus persen bersih dari masalah. Pada tahap ini paket-paket independen sedikit mengalami kendala dalam proses menembus persyaratan untuk pendaftaran, terutama berhadapan dengan pemerintah setempat. Selain itu tidak banyak masalah yang timbul pada tahap ini. Ada juga gesekan-gesekan lain yang sempat nongol tetapi kemudian bisa diredam.

Masing-masing pihak dan kelompok waktu itu, hanya mendeklarasikan dirinya dan ramai-ramai menghantarkan paketnya untuk mendaftarkan diri ke KPU. Pada tahap ini baru terjadi perkenalan-perkenalan, sehingga relatif masing-masing kubu masih berada pada titik penjajagan. Mereka masih saling melirik siapa saja calon-calon yang akan ikut bertarung.

Penentuan calon

Pergesekan baru mulai terasa pada saat penentuan balon menjadi calon. Tahap ini memang rawan gejolak. Kerawanan di sini lebih menyangkut ketidak-puasan peserta pemilu kada, yakni para balon bupati dan wakil bupati, berhadapan dengan KPU dan pihak-pihak terkait lainnya. Tidak heran kalau ketua KPU yang tidak-tahan terhadap serangan dan ancaman pribadi, yang dinilai beraroma sesat pikir argumentum ad hominem, turut menjadi bagian dari gejolak pada tahap krusial ini, dan serta merta memilih angkat kaki. Gayung sepertinya bersambut. Sesat pikir ad hominem dibalas dengan sesat pikir yang sama.

Kapolres Lembata pun tidak luput dari efek samping riak-riak gejolak tahap ini. Sebuah unjuk rasa beraroma kekerasan, telah melukai Kapolres dan beberapa anggotanya, serta hati banyak orang Lembata. Walaupun Kapolres menganggap itu adalah bagian dari tugas dan tanggung jawabnya, jelas ini tetap merupakan perbuatan yang telah ikut mencoreng wajah sejarah pemilu kada Lembata.

Gejolak pada proses ini pun belum sepenuhnya berakhir, mengingat masih ada paket peserta pemilu kada yang tidak lolos dari seleksi KPU, menggugat dan menempuh jalur hukum. Semoga tahap ini cepat terlewati agar pemilu kada dapat berjalan sesuai jadual, dan tidak membuat stres dan panasnya atmosir politik di Lembata menjadi berkepanjangan dan berlarut-larut.

Kampanye

Tahap gejolak dengan batu ujian berikutnya adalah masa kampanye. Pergesekan pada tahap ini cukup potensial dan bisa merambah ke kubu masing-masing paket. Maka pada tahap ini, sangat dituntut adanya kedewasaan mental berpolitik pada rakyat Lembata sendiri dan para elitnya. Kampanye-kampanye yang menjelek-jelekkan paket lain (kampanye hitam) itu sangat merugikan calon, dan, ini lebih penting, merusak kehidupan berpolitik dan bermasyarakat di Lembata. Maka masing-masing paket sangat diharapkan untuk tidak mengorbankan rakyat. Sangat tidak etis kalau konflik pada level elit justru mengorbankan rakyat kecil. Jangan sampai terjadi, gajah dengan gajah berkelahi, dan pelanduk mati di tengah-tengah. Rakyat Lembata bukan pelanduk, yang boleh dikorbankan oleh perilaku tak etis kaum elit (gajah), demi kepentingan sesaat. Mudah-mudahan tidak ada provokator yang memicu gajah berkelahi, atau gajah yang memicu perkelahian, karena yang jadi korbannya adalah pelanduk juga. Ini jauh dari jenaka, alias tidak lucu.

Politik bagi-bagi uang untuk membeli suara juga adalah praktik yang tidak etis. Walaupun kenyataannya bahwa rakyat sudah tercerahkan, dan akan menerima uangnya tanpa ada ikatan untuk memilih, toh praktik ini tetap tidak dapat dibenarkan. Ini bukan perbuatan amoral (tidak termasuk dalam ranah moral) melainkan termasuk tindakan immoral (tidak bermoral). Tindakan immoral lainnya seperti mencuri, misalnya, tetap merupakan perbuatan yang tidak bisa dibenarkan walaupun pencuriannya tidak berhasil. Memikirkan untuk merampok bank, misalnya, memang bukan perbuatan melawan hukum (konstitusi). Tetapi perbuatan ini tidak bisa dibiarkan karena tindakan itu tidak bermoral. Orang tidak dapat ditangkap polisi karena sedang berpikir untuk merampok bank, tetapi secara moral orang tersebut sudah bersalah. Hati nuraninya sudah menghakimi dia.

Penghitungan suara dan penentuan kemenangan

Tahap yang bakal krusial lainnya adalah saat penghitungan suara dan penentuan kemenangan. Kalau semua berjalan jujur dan tidak ada yang mengail di air keruh, maka proses ini pun akan berjalan lancar. Yang dikhawatirkan adalah kalau para penyelenggara pemilu kada tidak netral, dan para saksi tidak bekerja dengan sungguh. Kecurangan sering tidak terjadi pada saat penghitungan suara di TPS, melainkan ketika dalam perjalanan dari tahap ke tahap. Sebenarnya yang berubah di sini hanyalah soal tempat. Tetapi perubahan tempat ini bisa juga membawa perubahan pada posisi dan status suara. Wilayah ini merupakan tempat yang paling rawan untuk bermain. Suara dari paket-paket bisa saling melintas, tergantung dari taruhannya. Maka penentuan kemenangan akan menjadi mahkota yang menentukan mutu pemilu kada Lembata. Finis coronat opus kata orang Latin. Ende gut alles gut, kata orang Jerman. Akhir baik, semuanya baik. Tetapi semua ini hanya berfungsi kalau prosesnya juga baik.

Pemilu kada mulai memasuki tahap-tahap yang semakin penting. Semoga pemilu kada Lembata ini bisa menjadi potret dari wajah kematangan berpolitik orang Lembata.

Benyamin Molan Amuntoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s