PILKADA LEMBATA: NOW OR NEVER DAN NOW OR WHENEVER

Mengamati kelompok balon dan calon bupati pada pemilukada Lembata 2011, ada dua ciri yang cenderung teramati. Ada yang now or never dan ada yang now or whenever. Kelompok now or never adalah mereka yang merasa diri bahwa sekarang merupakan kesempatan satu-satunya untuk maju menjadi bupati. Artinya 5 tahun mendatang sepertinya sudah tak mungkin lagi. Sedangkan ciri now or whenever adalah mereka yang merasa walaupun sekarang tidak berhasil, toh masih ada kesempatan lain. Bahkan periode sekarang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan diri, mengenal medan, dan melakukan exercise untuk turnamen berikutnya. Dari dua ciri ini, ada yang kelihatannya mencocokkan fakta dan sikapnya. Ada yang tidak. Ada yang faktanya adalah now or never tetapi tindakannya seolah-olah now or whenever. Ada yang faktanya sebenarnya now or whenever tetapi sikapnya seolah-olah now or never.

Now or never: fakta dan sikap sepadan. Tipe ini jelas harus berjuang keras untuk mendapatkan kesuksesan. Bagi mereka, tidak ada lagi kesuksesan yang tertunda. Maka taruhannya jelas. Sukses sekarang! Apa lagi kalau tipe ini mengantongi dan sarat dengan agenda-agenda politik yang dipertaruhkan, alias ada pesan sponsornya. Dia bertindak seperti lokomotif. Kalau mogok, maka lokomotif akan gagal menarik semua gerbong di belakangnya.  Tipe ini pasti kecewa berat kalau gagal. Namun yang jelas, ada juga dari tipe ini, yang fakta dan sikapnya now or never, tetapi tidak akan kecewa berat dan bereaksi berlebihan walaupun kalah. Kita angkat jempol terhadap tipe ideal ini. Berjuang mati-matian, tetapi tetap siap menerima hasil secara elegan dan bermartabat. Dia kalah untuk menjadi bupati, tetapi menang sebagai pemimpin.

Now or never: fakta yes, sikap no. Paket ini tidak merasa bahwa perjuangan kali ini merupakan kesempatan terakhir. Mereka bersikap seolah-seolah masih ada kesempatan lain, tetapi sebenarnya hanya fatamorgana. Maka agak mengherankan kalau ada yang hanya maju dengan modal nekat, pada hal peluangnya sangat tipis. Ya, barangkali sekadar ikut mode sekarang, yang cenderung memelesetkan ungkapan terkenal Descartes. Kalau Descartes mengatakan cogito ergo sum (saya berpikir maka saya ada), dan sekarang berkembang menjadi saya berteriak maka saya ada, atau saya berulah maka saya ada, saya mengkonsumsi maka saya ada, selanjutnya dalam konteks ini menjadi: saya maju maka saya ada. Konsekuensinya, saya juga siap kalah, karena “saya kalah, maka saya ada”. Atau mungkin tujuannya memang bukan untuk sukses menjadi bupati melainkan sekadar sukses menjadi calon bupati.

Now or never: fakta no, sikap yes. Paket ini sebenarnya punya masa depan yang masih terbuka. Artinya kalau gagal pada musim ini, mereka masih punya peluang pada musim depan. Tetapi mereka bersikap menutup mata terhadap masa depan mereka. Mereka menghabiskan energi dan mengerahkan seluruh kemampuan, untuk sukses sekarang. Ini sebenarnya kelompok idealis. Lebih cepat, lebih baik. Tetapi sayang, kalau tidak cukup didukung oleh potensi, kepribadian, dan kepemimpinan yang memadai, maka tipe ini akan dianggap ambisius dan memaksakan kehendak.

Now or whenever: fakta dan sikap sepadan. Ada paket yang faktanya now or whenever dan mencocokkan fakta itu dengan sikapnya. Artinya mereka tidak terpatok mati pada peluang sekarang, tetapi menyiapkan diri untuk peluang berikutnya. Maka targetnya memang bukan hari ini. Tetapi kalau bisa dapat hari ini, mengapa tidak. Tipe ini bermain lepas, lebih realistis, dan mau belajar. Periode sekarang bisa menjadi ajang utuk exercise dan promosi. Menang? Tertawa. Kalah? Tidak menangis.

Now or whenever: fakta yes, sikap no. Tipe ini sebenarnya punya peluang untuk ikut berpartisipasi pada periode berikut tetapi, mereka menutup mata terhadap peluang besar di kesempatan lain. Akibatnya mereka bertindak seolah-olah merusak masa depannya sendiri dengan memporak-porandakan saat sekarang. Mereka akan membuat rakyat tetap mengenang perilaku mereka, yang sebenarnya setali tiga uang dengan menutup peluangnya, yang sesungguhnya masih terbuka untuk musim berikutnya. Mereka menutup peluang di masa depannya, karena terlalu ambisius untuk sukses sekarang, bahkan dengan modus dan tata cara yang kurang simpatik. Pantas kalau yang terjadi malah now or whatever.

Now or whenever: fakta no, sikap yes. Paket ini sebenarnya tidak punya peluang lagi untuk musim berikut, tetapi mereka bersikap seolah-olah masih ada kesempatan berikut. Memang orang boleh tetap optimis dan bersemangat. Tetapi rasa optimis dan semangat mungkin bisa membangkitkan motivasi. Tetapi menghubungkan motivasi dengan kesuksesan dalam konteks ini tampaknya jauh panggang dari api. Mungkin mereka hanya percaya pada tim suksesnya atau dukun (yang bertindak seperti orakel-orakel di Yunani), sebelum turun gelanggang. Seperti raja Sparta yang terpedaya oleh ramalan orakelnya dengan bahasa yang bercabang: Ibis peribis numquam redibis. Kalimat orakel ini akan beda artinya kalau diberi koma setelah peribis, dengan kalau diberi koma setelah numquam. Koma setelah peribis akan berarti: “Anda akan pergi, Anda akan kalah, Anda tak pernah akan pulang”. Tetapi koma setelah numquam akan berarti “Anda akan pergi, Anda tak pernah akan kalah, Anda akan pulang. Maka apa pun yang terjadi pada sang raja, menang atau kalah, pulang atau tidak pulang, orakel tetap benar. Yang jelas fungsi dunia perdukunan dan orakel di sini bukan untuk mengatakan hasil melainkan untuk meningkatkan motivasi dan keberanian guna mencapai sukses. Kalau sukses, orakel ikut senang, kalau kalah, orakel tetap tenang.

Tentu saja klasifikasi ini tidak dimaksudkan untuk mengatakan secara tegas siapa yang masuk kategori mana, melainkan kelompok mana yang tersenggol kategori mana. Tetap saja ada kelompok yang tidak termasuk atau tidak mengakui masuk dalam salah satu kategori ini. Maka klasifikasi ini hanya berfungsi untuk membantu melakukan refleksi dan menyikapinya. Yang jelas, mereka yang bersikap now or never murni, misalnya, akan kecewa berat kalau tidak berhasil. Pantas kalau reaksi mereka berlebihan. Semoga Lembata tetap dewasa dan berjiwa besar menghadapi gejolak politik ini, dan diam-diam mencatat apa yang telah terjadi dan “menyimpan semuanya dalam hatinya.”

Benyamin Molan Amuntoda

6 thoughts on “PILKADA LEMBATA: NOW OR NEVER DAN NOW OR WHENEVER

  1. Tinggal menghitung hari,bola Pemilukada Lembata siap dimainkan.Siapa yang menang dalam pertandingan ini? Kita tunggu hasilnya. Kita berharap keenam regu ini bertanding sesuai dengan aturan mainnya. Jangan mempermainkan permainan karena permainan akan mempermainkan anda. Maka selain ada aturan mainnya membutuhkan juga moralitas dalam politik permainan ini. Bagi regu yang melanggar aturan permainan, wasit Panwaslu harus meniup pluitnya. Dan kalau melonggarkan moralitas maka rakyat Lembata yang memberi sanksi. Rakyat Lembata membutuhkan pemimpin yang “bernurani rakyat bukan bernurani uang”.
    Memang patut dipertanyakan kepada keenam regu ini, apakah berciri now or never atau now or whenever. Kita lihat saja apa yang terjadi. Selamat bermain. Dan ingat……TAHU ATURAN DAN TAHU ADAT!!!!!!!!!!!!!!! Salam

    • Aturan itu konstitusinya, dan adat itu etika/moralnya. Semoga semua pihak berkepentingan (stakeholder) bermain cantik dengan tetap memperhatikan konstitusi dan peduli terhadap etika, tahu aturan dan tahu adat. Wassalam.

  2. Mat pagi reu,
    Salut buat om Molan yang selalu update tentang perkembangan Lembata di blog ini.
    Gejolak politik di lembata sedang berkobar sejalan dengan ambisi yang melekat dalam sanubari para kontestan pilkada kali ini.so wajah Lembata yang kita bicarakan hari ini akan tetap menjadi kusam keesokan harinya apabila para calon tetap memakai cara lama….yang penting saya menang……… alias menghalalkan segala cara. Hari ini semua penghuni Lembata menaruh asa perubahan pada wajah lembata di atas bahu para calon yang lolos seleksi.Berjuanglah dan berjuanglah untuk menjadi pejuang bukan sekedar memenangkan perjuangan.so nape tena banger….amo.

  3. Untuk para Sahabat di lembata,ini momentum anda menentukan pilihan pada pemimpin yang cerdas maka ini sebagai seorang putra Lembata saya hanya bisa sumbangkan suara untuk mu para sahabat ku…..

    Soal memilih. Memilih adalah pekerjaan yang mungkin paling mudah tetapi sekaligus juga tidak mudah. Walaupun, ‘memilih’ adalah hal yang biasa dan sering kita lakukan dalam kehidupan kita. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sesuatu, kita pasti menimbang-nimbang pilihan yang satu dengan yang lainnya. Kita pasti akan membanding-bandingkan. “Kalau saya memilih yang ini akan begitu dan kalau saya memilih yang itu akan begini.” Menimbang-nimbang dan membanding-bandingkan adalah sesuatu yang mutlak –dalam keberagaman–ketika kita harus menjatuhkan pilihan.

    Satu hal yang menjadi pertimbangan kita dalam keberagaman seperti ini adalah ‘keberagaman ini tetap terjaga’. Semua etnis dan golongan hidup berdampingan dalam perbedaan. Bahkan, perbedaan itu menjadi kekuatan untuk kemajuan bersama di tanah ini. Pluralitas harus dijaga. Soalnya, dalam masyarakat yang plural berbagai kemungkinan dapat saja terjadi. Berbagai kemungkinan dapat terjadi bila kepentingan kelompok tertentu dalam masyarakat plural itu terganggu. Kita yang menentukan, apakah keberagaman itu tetap terjaga atau tidak berdasarkan pengalaman kita selama ini. Penimbangan, perbandingan, dan perenungan kita mestinya harus mengarahkan ke sana.

    Penentuan pilihan dalam keberagaman ini adalah satu proses demokrasi yang sehat. Unsur primordialistik dalam memilih dapat berakibat baik dan buruk dalam masyarakat Lembata yang beragam. Selamat menjatuhkan pilihan Anda untuk kebaikan semua pihak untuk saat ini dan ke depan!

    • Lembata itu kabupaten, suatu wilayah publik yang dipercayakan kepada administrator publik dengan aturan-aturan dan hukum untuk menata kepentingan publik. Jangan direduksi menjadi kecamatan, atau diprivatisasikan menjadi wilayah suku atau keyakinan. Maka pejabat publik harus mampu merangkul, memfasilitasi, dan mengkondisikan berbagai kelompok yang beraneka ragam untuk bersinergi membangun Lembata di segala bidang, menuju kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s