PILKADA LEMBATA: ENAM CALON MENDAPATKAN NOMOR URUT

Keenam paket calon bupati Lembata yang akan bersaing memperebutkan celemek pelayanan sebagai bupati Lembata 19 Mei 2011 mendatang, telah mendapatkan nomor urut setelah melakukan undian di KPUD Lembata, pada hari Kamis, 24  Maret 2011. Hasil undiannya adalah sebagai berikut:

No. 1: Athanasius Aur Amuntoda – Bernadus Boli Hipir (Sinar)
No. 2: Eliaser Yantje Sunur – Viktor Mado Watun (Lembata Baru)
No. 3: Bediona Philipus – Fredy Wahon (LiRik Kusplus)
No. 4: Andres Nula Liliweri – Yoseph Meran Lagaor (Ayo)
No. 5: Herman Wutun – Viktus Murin (Titen)
No. 6: Yohanes Lake – Simon Krova (Johnson)

Semoga seluruh proses dan langkah-langkah penyelenggaraan pemilu kada ini tetap berjalan secara dinamis dan sesuai aturan main, dan tidak ada pihak-pihak yang mau mengobok-obok rakyat Lembata, yang sedang dalam atmosfir yang mudah diobok-obok. Sekali lagi semoga para elit dan tokoh politik Lembata memperagakan kematangan berpolitiknya.

12 thoughts on “PILKADA LEMBATA: ENAM CALON MENDAPATKAN NOMOR URUT

  1. tentunya persaingan yang sehat dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain…
    dengan satu tujuan memperjuangkan aspirasi rakyat untuk Lembata kedepan.,

  2. calon dari kedang menguasai balon bupat lembata…saya sebagai orang kedang sangat bangga. tapi saya orang kedang sangat bodoh karena kebodohan saya kok bisa dibodohi dari kecamatan lain// untuk apa sampai banyak begitu calon cukuo satu orang kedang akan menang dan menjadi bupati tapi semua merebut menjadi bupatai makan kebodohan orang kedang yang dibilang kedang bodo bayong wato masih melekat dengan buda orang kedang// satu aja belum tentu lolos apa lagi banyak// jangan bodo bodo ahmad sementara ahmad aja tidaK BODOH…/ pantas orang kedang dari dulu masih tetap dibodoh bodohkan…

    • Saya kira yang lebih penting adalah memilih bupati yang berkompeten dan mampu memberdayakan dan mensejahterakan rakyat Lembata. Rakyat Lembata, termasuk orang Kedang, tidak bodoh-bodoh amat. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, bahkan ketika elitnya sendiri malah tidak tahu.

  3. kedang penduduk terpadat di lembata hubungan ine ame binengmaing sangat kental dengan politi hubungan itu akan pecah karen ingin akan kedudukan… tapi tidak tahu bahwa politik itu kejam semoga tetap menjadi lembata satu dari kenang///

    • Itulah efek samping dari pilkada atau pemilihan legislatif terutama berkaitan dengan otonomi. Semoga rakyat semakin bisa belajar untuk membedakan antara relasi politik dan relasi pribadi (Baca “Quo Vadis Lembata”, di blog ini). Lembata satu dari Kedang? Sebagai orang Kedang saya ikut bangga, setelah dia sukses. Bukan sukses menjadi bupati, melainkan sukses membangun Lembata.

  4. tiga orang pasangan bupati dari kedang ini semua punya potensi…namun sayang alangak bagusnya hanya satu yang maju maka pasti jebol tapi tiga orang maka suara akan terbagi … kita juga harus baca politik…. orang kedang seperti sy utarakan diatas bahwa penduduk ita paling padat di lembata…. bukan say tidak optimi tapi kemunggkinan pasangan nomor 2 dan 5 yang jebol…

  5. kenapa yah kita tidak bicara tentang Leukan mbata …. sepertinya topik nya menjadi ‘kedang’ … ini bukan soal kedang, lamalera, ile ape atau atadei …. tapi lembata.

    ketika kira sudah memposisikan diri dengan membahas berapa calon dari kedang, berapa dari lamalera, berapa dari ile ape …… saya optimis, siapa pun bupatinya … lembata dan kita tetap menjadi terbelakang … karena kepala kita isi nya masih seputar primordialisme / kesukuan … salam, limalaen krova, bernard

    • Betul ama, tetapi mengapa kita sulit lepas dari primordialisme? Bukankah penentuan calon bupati justru memperhitungkan aspek ini? Sepertinya ada efek bola saljunya. Rakyat masih primordialitik, maka calon bupati yang mau menang harus masuk dalam cara berpikir itu supaya bisa merebut hati rakyat, dan selanjutnya malah ikut melestarikan promordialisme. Wah, jangan-jangan pilkada telah ikut menjadi pemacu, pemicu, dan pemaco primordialisme. Perlu diskusi serius ni. Wassalam

  6. Teman-teman pemerhati Lembata……!jangan berpikir terlalu jauh tentang lembata, tetapi mari kita kembali kepada diri kita sendiri. Mampuhkah kita turut terlibat untuk membantu Lembata bersama pemerintah terpilih ? Mari kita mengubah pola pikir kita. lebih baik banyak bekerja dari pada banyak bicara. karena jusrtu banyak bicara lebih banyak mengalamami kegagalan dari pada banyak bekerja itulah bukti dari janji-janji palsu oleh para politisi kita Hari demi hari kita amati perdepatan politik di Media masa, tapi lebih banyak kebohongan yang kita lihat dari pada kejujuran hati nurani mereka. oleh karena itu mari bersama bapak Bupati kita memperperjuangkan program mereka. Yantje adalah etnis cina tetapi beliau itu sangat mampu dan memiliki pola pikir yang sangat baik untuk memajukan Lmbata termasuk Kedang yang dikatakan Dayung watu. Jangan juga kita merendahkan Kedang, karena mereka sudah punya bukti yaitu menjadi Juara Tingkat Propinsi sekaligus tingkat nasional di bidang Kebudayaan. Mari kita memajukan lembata dengan mnciptakan berbagai produk, termasuk salah satu adalah Kebudayaan dll. Terimakasi buat pemerhati molansio. by Lukas Leu Apeworen (Universitas Atma Jaya Makassar)-

  7. Harapan sy ( jkt ), siapapun yg terpilih nantiny akan dpt membuat lembata lbh baik, lbh sejahtera, dan lbh berorientasi kpd kesejahteraan msyrkt. Doa sy ( keturunan kedang, lahir dan besar di Jkt ) – smoga smua proses hingga trpilih bupati nantiny smua dpt brjalan aman, tertib, dan damai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s