KEKERASAN MULAI MERAMBAH PILKADA LEMBATA

MICOM (Media Indonesia.com) menurunkan berita panas dan hangat dari Lembata bahwa pada hari Kamis 17 Maret 2011, pendukung bakal calon bupati paket KASIH melakukan unjuk rasa ke KPUD Lembata. Demo yang bernuansa kekerasan itu, telah membuat Kapolres Lembata Ajun Komisaris Besar Martin Johannes mengalami luka terkena lemparan batu dalam unjuk rasa di Kantor KPU Lembata. Martin mengalami luka memar di bagian bawah mata kanan. Satu anggota KPU bersama dan tiga anggota polisi lainnya juga mengalami luka di kepala dan wajah.

Unjuk rasa dilakukan sekitar 200 orang pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Lembata periode 2011-2016 Lukas Witak-Muhidin Ishak (Kasih). Massa mendatangi kantor KPU setelah menerima informasi bahwa pasangan tersebut tidak memenuhi sejumlah syarat yang ditetapkan KPU untuk selanjutnya ditetapkan menjadi kandidat calon kepala daerah.

Mereka juga menilai KPU gegabah karena membocorkan hasil tes kesehatan pasangan calon kepala daerah hingga beredar luas di masyarakat. Padahal, pengumuman hasil tes kesehatan calon kepala daerah baru akan diumumkan pada 23 Maret mendatang.

Ferdi, saksi mata menyebutkan, sesuai informasi hasil tes kesehatan pasangan calon kepala daerah yang beredar, kesehatan pasangan Kasih dinilai buruk sehingga kemungkinan tidak akan ditetapkan sebagai calon kepala daerah.

Anggota KPU Lembata sempat menerima perwakilan massa untuk berdialog namun tidak mencapai titik temu. “Dialog berakhir buntu sehingga massa marah berusaha menyegel kantor KPUD,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Antoneta Pah menambahkan satu anggota KPU juga terkena lemparan batu di bagian kepala. “Saat pengunjuk rasa keluar dari ruang pertemuan, penanggungjawab pengunjuk rasa memprovokasi masa untuk menyegel Kantor KPUD,” katanya. (PO/OL-04). Demikian kutipan dari MICOM.

Tidak diberitakan cukup jelas apa yang menjadi tuntutan para pendemo. Apakah para pendemo hanya sekadar ingin melakukan unjuk kekecewaan (tersurat), atau juga menuntut KPUD Lembata meloloskan pasangan KASIH mengikuti pemilu kada Lembata (tersirat?).

Apa pun tujuannya, seluhur apa pun tujuan itu, kekerasan tetap tidak bisa dibenarkan. Dan pasti ada juga dari para pengunjuk rasa yang sudah diamankan polisi. Apakah ada jaminan bahwa di sana tidak terjadi kekerasan? Kekerasan itu tak berujung. Kekerasan akan berbuah kekerasan, bercucu, kekerasan, berbuyut kekerasan. Ini bukan hal baru. Semua orang Lembata sudah tahu. Ah reu, jangan membuat Lembata ikut-ikutan jadi lembah kekerasan.

 

7 thoughts on “KEKERASAN MULAI MERAMBAH PILKADA LEMBATA

  1. Katanya mau jadi Pilkada teladan di NTT, tapi masih awal-awal sudah rusuh, apa yang mau ditiru dari Pilkada lembata ? Damailah Lembataku !!

    • Apa yang bisa ditiru kalau yang dilakukan itu juga tiruan semua. Tidak ada yang otentik. Kekerasan itu tidak otentik, karena kekerasan adalah bagian dari sikap yang reaktif dan impulsif. Tetapi, mudah-mudahan masih ada yang bisa diharapkan untuk diteladani, yakni, bagaimana Lembata menyelesaikan kericuhan, dan menyelamatkan pemilu kada.

      • seperti kata pepatah…guru kencing berdiri,guru kencing berlari
        klo seperti ini apa xg bsa qta harapkan untu massa depan Lembata kedepan….???

    • Terima kasih atas komentarnya. Tadinya saya kira sengaja dipelesetkan untuk menggambarkan betapa parahnya situasi di Lembata, seolah-olah semua sudah dilakukan guru, baik berdiri maupun berlari, sehingga murid malah tidak tahu haru buat apa, malah bengong, bingung, dan tidak percaya pada apa yang dilakukan gurunya. Syukur sudah diralat. Tetapi mudah-mudahan, baik guru kencing berdiri dan berlari, maupun guru kencing berdiri dan murid kencing berlari, sama-sama tidak perlu dilestarikan di bumi Lembata. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s