PILKADA LEMBATA: BALON TINGGGAL SEPULUH

Ternyata balon bupati dan wakil bupati yang mendaftar untuk pemilukada Lembata 2011 ada 11 pasangan. Siapa saja pasangan itu, POS Kupang yang menurunkan berita ini pun tidak menginformasikannya secara rinci. Tidak apa-apa yang lebih penting adalah siapa yang lolos sebagai calon, dan bukan siapa yang mendaftar sebagai balon. Yang jelas KPUD sudah mengambil langkah tegas dengan mencoret satu pasangan yakni Paket Petani (Petrus Tawa Langoday-Akhmad Bumi), yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi ambang batas 15 persen akumulasi suara sah hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2009 lalu. Ini terjadi ketika Sekretaris Partai Bulan Bintang (PBB) yang masuk dalam koalisi tersebut tidak menandatangani berita acara koalisi. Dengan demikian, suara dari PBB sebanyak 1.215, tidak dapat dimasukkan dalam jumlah suara dukungan tersebut. Paket Petani hanya memiliki 7.256 suara sah, padahal seharusnya sesuai persyaratan ambang batas 15 persen, jumlah suara sahnya adalah 8.318. Dengan demikian balon kita tinggal sepuluh.

Keputusan KPUD Lembata mendiskualifikasi paket Petani sempat menuai protes, dan Ketua KPUD Lembata, Wilhelmus Panda Mana Apa, pun tak luput dari ancaman. Namun KPUD tetap pada pendiriannya, untuk menyatakan bahwa “format B, B-1, dan B-2, mengenai berkas dukungan untuk pengajuan bakal pasangan calon tidak dapat diubah lagi setelah diterima KPUD Lembata sehingga tidak ada lagi ruang untuk itu.”

Ketegasan KPUD tersurat melalui pernyataan Mana Apa yang dikutip POS Kupang “Kalau mereka (Paket Petani), protes bahwa KPUD Lembata sudah menyatakan berkas dukungan itu lengkap pada saat pendaftaran tadi malam (Selasa, 15/2/2011), sesungguhnya itu salah. Karena selalu saya tegaskan kepada semua bakal pasangan calon, bahwa kami akan dalami lagi. Kalau ditemukan ada kesalahan yang mengganggu dan tidak bisa diperbaiki, kami akan diskualifikasi. Jadi, saya pikir selagi kami masih ada dalam jalur regulasi yang ada, kami tidak takut, walau harus berhadapan dengan ancaman.” Terendus di sini ada praktik caveat emptor. Seperti praktik dagang tak etis zaman dahulu, “barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar atau dikembalikan”, walaupun barangnya rusak atau kurang lengkap.

Mudah-mudahan KPUD tetap bergerak dalam koridor regulasi dan menegakkan filosofinya, “melayani lebih sungguh dan mengatasi masalah tanpa masalah”. Berikut, ucapan ketua KPUD Lembata, sebagaimana dikutip POS Kupang, patut kita catat: “Aturan harus jadi panglima dalam proses ini. Kami sebagai penyelenggara, tidak akan mengubah satu pun pilihan rakyat untuk kepentingan paket manapun. Kami hanya berkewajiban untuk melaksanakan seluruh proses Pemilu Kada ini dengan baik dan benar. Kami tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.”  Semoga!

Benyamin Molan Amuntoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s