LEUWAYAN: ALUMEKA RASA

Marganya apa tu? Oh, Hobingbeni (Erick) dan Amuntoda (Leoni)

Hidup jauh di rantau membuat kami orang Leuwayan di Jakarta tak pernah pisah satu sama lain. Kegiatan saling mengunjungi sering dilakukan. Perkumpulan dan kongkow bareng dilakukan saat ada acara-acara bersama menghadapi peristiwa hidup, entah sedih, atau pun gembira. Saling menyapa, bertukar kabar, dan terutama bertutur dan berekspresi dalam bahasa Kedang, atau sekadar bernostalgia, ingat kampung halaman karena tak bisa pulang,  merupakan bagian dari acara pertemuan-pertemuan itu. Setelah anggotanya semakin banyak, pertemuan rutin semakin dirasa perlu. Maka pertemuan keluarga ini kemudian dikukuhkan dengan kegiatan arisan.

Sesama generasi alumeka. Om Roby Apeworen in action. Lihat, kami penuh warna.

Arisan dan Koperasi

Ikatan kekeluargaan ini sudah dirintis oleh para sesepuh Leuwayan yang sudah sejak tahun 1950-an mendarat di ibu kota. Mereka datang dari Leuwayan sebuah desa kecil di Kedang, wilayah timur Kabupaten Lembata, NTT. Nama-nama seperti mendiang bapak Samuel Muda Apeworen, Paulus Leu Kuseng Apeworen, Petrus Dolu Apelabi, Mikael Tena Apeworen, Anton Mamaq Apeworen, Tahrun Tak Apelabi, dan para ibu seperti almarhumah Ibu Maria Ninang Apelabi, Veronika L. Amuntoda, Efi Apeworen, serta sesepuh lain yang masih ada seperti bapak Abu Sole, Mikael Leo Amuntoda, Mateus Mangan Apelabi, Mikael Kaeng, Hendrikus Amo Apelabi, dan Markus Mara Apenobe, adalah nama-nama yang tidak asing bagi orang Leuwayan.

"Tante dapat piring terbang ya. Pinjam dong, Bimo mau terbang ke Leuwayan. Aku Bimo Apelabi."

Kemudian pada generasinya Frans Patuq Apelabi, Benyamin Molan Amuntoda, Petrus Pente Apelabi, Bonventura Beda Bolileraq, kelompok ini membentuk arisan yang kemudian berkembang dan menjadi rutin hingga sekarang. Tetapi yang menjadi benteng di belakangnya, dan patut diacungi jempol, adalah para ibu yang sebagian besarnya justru tidak berasal dari Leuwayan. Mereka setia menempuh perjalanan-perjalanan ke tempat arisan yang kadang-kadang jauh, memakan waktu dan tentu saja ongkos. Pengurusan  konsumsi dan pengaturan dana dengan cara dan model ibu, telah membuat kelompok ini langgeng.

Arisan Keluarga Besar Leuwayan ini kemudian berhasil melintas ke generasi berikutnya, ketika Yoseph Suda Apeworen, yang lahir dan besar di Jakarta, terpilih menjadi Ketua. Sejak itu kelompok arisan keluarga besar Leuwayan ini dikelola oleh generasi anak Leuwayan yang lahir dan mekar di Jakarta dan sekitarnya, yang dikenal sebagai generasi Alumeka Rasa (akronim dari “Anak Leuwayan Mekar di Jakarta dan daerah seputarnya”). Sedangkan “Leuwayan” di sini tidak hanya sebatas desa melainkan juga mencakup kekerabatan. Istilah Alumeka Rasa diambil dari bahasa Kedang yang artinya “bagus sekali, indah sekali, cantik sekali”. Sekarang kelompok ini diketuai oleh Leo Wayan Apelabi dari generasi Alumeka Rasa.

Kegiatan yang dilakukan adalah arisan yang berlangsung setiap awal bulan. Tempat arisannya berpindah-pindah dari rumah ke rumah yang menyebar di wilayah Jabodetabek. Selain uang-arisan yang bisa diterima anggota, ada juga bantuan dana solidaritas yang disisihkan untuk mereka yang terkena musibah. Selain itu ada juga koperasi Simpan Pinjam Uno Lia yang sudah terasa manfaatnya dalam membantu memberi pinjaman untuk usaha kecil-kecilan dan biaya anak sekolah, serta keperluan-keperluan mendadak.

Refreshing

Walaupun bukan terdiri dari keluarga yang berkelebihan, kelompok ini berani menetapkan bahwa kegiatan rekreasi harus diprogramkan sebagai kebutuhan. Family Day akhirnya terwujud di sebuah vila di Puncak, pada tanggal 18 dan 19 Juli 2009, dan sudah berlangsung ramai meriah, penuh kegembiraan, keakraban, dan sangat mengesankan. Pada kesempatan itu, selain rekreasi dan perlombaan, dilakukan juga acara perkenalan dengan marga atau suku serta silsilah keturunan masing-masing keluarga dalam marganya.

Setelah itu, pada tanggal 8 dan 9 Januari 2011, Alumeka Rasa kembali berkumpul dalam acara Family Gathering di sebuah vila di Puncak. Acara dimulai dengan perkenalan tata adat mengenai hubungan kawin-mawin, dilanjutkan tarian-tarian dan lagu-lagu daerah, perlombaan anak-anak, tukar kado ibu-ibu, renang dan rekreasi. Family gathering kali ini pun berlangsung ramai dan penuh kegembiraan. Anak-anak Alumeka Rasa mendapatkan kesempatan untuk mengenal dirinya sendiri dan sesama saudaranya, dan tidak merasa terasing di tengah ruang dan waktu yang sudah semakin melebar dari kampung halaman. Dan tentu sekali agar mereka terhindar dari jalinan kasih antar remaja yang tidak sesuai dengan adat, misalnya berpacaran antara muda mudi dari marga atau suku yang sama. Maka dalam hal ini, pencantuman marga di belakang nama menjadi penting.

Kedua kegiatan refreshing di puncak ini terselenggara secara swadaya dan tanpa sponsor dan donatur dari luar. Semangat yang kami bangun hanyalah oneq udeq laleng udeq, yang, hehehe, diterjemahkan oleh Obama dalam bahasa Inggris menjadi together we can, dan sempat dialihkan ke bahasa Indonesia menjadi bersama kita bisa. Walaupun semantiknya sama tetapi sense pada semangat itu tentu saja punya kadar dan nuansa yang berbeda. Bagi kami moto ini sangat jujur, konkrit dan jelas. Rekreasi sendiri-sendiri kami jelas tidak mampu, maka kami melakukannya secara borongan. Dan ternyata bisa. Yang penting kumpul, lupakan penat sejenak, kendorkan urat syaraf, hilangkan stres sebentar, biar bisa segar lagi saat kembali ke kesibukan setiap hari yang memang sangat melelahkan.

Wow, hadiahnya sepeda gunung, gile!

Semoga suatu saat,  generasi Alumeka Rasa semakin sukses, dan tidak hanya mampu menyimpan bayangan tentang Leuwayan,  melainkan juga benar-benar mengunjungi kerabatnya di Leuwayan, melihat Leuwayan sejati dengan mata kepala,  menginjak tanahnya dengan mata kaki, dan merasakan kehangatannya dengan mata hati. Itu baru alumeka rasa.

Benyamin Molan Amuntoda

17 thoughts on “LEUWAYAN: ALUMEKA RASA

  1. Saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari generasi ALUMEKA RASA dan Semoga kami anak-anak muda Leuwayan dapat menerusakan generasi ALUMEKA RASA agar dapat terus berkembang dan semakin maju…
    Om,,klo Boleh Usul, tolong dibuatkan Silsilah Keluarga Leuwayan yang ada diJakarta sampai dengan anak-anaknya yang sekarang ini…,,Terima Kasih…

    • Terima kasih Edo. Di tanganmulah terletak masa depan generasi ALUMEKA RASA. Mengenai silsilah, bahannya sudah ada, cuma perlu waktu untuk mengubah formatnya, supaya bisa dimuat di blog. Hidup ALUMEKA RASA.

    • Uhuq ko amo. Eqi tun leme ahin deq noq me oaq nau bale watiq ku. E beq di mawu weq teru, kema mui eten weq, mara kelen leuq auq.

  2. malam om,luar biasa ya Leuwayan ALU MEKARASA. kalau nore kegiatan watiq tolong dikabarkan spy e’i jg bs dei,e’i beq oaq beq paroki watiq,beq komisi deq jd kalau wkt pas me bs dei rame-rame…….salam untuk anaq utun,ariq tata Leuwayan alumeka rasa sobe jakarta.e’i bln september nape pan jakarta.

    • Terima kasih. Tiap ula ke cicil anggaran hara-hara. Neti cukup deq me ke laha kegiatan watiq. Nape kena sorong kabar. O musti dei supaya tada lalang suo. Ini perlu supaya mereka tidak hanya bangun relasi dengan keluarga di Jakarta, tetapi juga dengan yang di kampung. Jakarta wala ta noq me bangga kalau suo bisa tutuq atedien ahin tele suo nore seq leu auq ya, tempat suo bisa mudik. Ton me suo miang ya. Salam.

    • Karena kesibukan agak meningkat beberapa waktu terakhir ini, saya tidak begitu mengikuti lagi berita pilkada Lembata. Mohon maaf. Saya akan coba kumpul cerita lagi kalau irama kegiatan saya kembali normal..Salam

  3. Bupati sudah terpilih Bapak Yance Sunur, mari kita berdiri dari belakang melihat program krja mereka, semoga dengan janji mereka dapat terbukti di kabupaten kita. tidak ada yang lebih hanya melalui program kerja mereka maka kita akan menilai akan maju atau mundurnya seorang pemimpin yang telah memberikan janji kepada kita. Mari kita ikut memberikan dorongan kpada mereka semoga lewat program mereka lewotana kita bertambah maju dan sejahtera. mari kita ikut mendorong mereka. salam untuk lewotana. dari Lukas Leu Apeworen

    • Terima kasih buat teman-teman pemehati Leu Au. tolong muatkan juga dengan program kerja pemerintah dibitang tani, nelayan dll yang dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat desa. ada subsidi dari pemerintah kususnya untuk masyarakat tani dan nelayan, pada tanggal 12 Desember 2011 saya telah diminta untuk menjadi Kepala Cabang PERADE NUSANTARA, oleh karena itu saya mohon molansio atau temen pemerhati rakyat desa. Demi untuk tercapainya parade, saya mohon kepada teman2 berikanlah masukan anda tentang Pembangunan masyarakat desa khususnya di bidang tani dan nelayan. ada subsidi dari pemerintah khususnya untuk para tani dan nelayan. Bagaimana realisasi selama ini apakah berjalan atau tidak. mohon komentar balik lewat molansio. terimakasi selamat memasuki perayaan Natal tanggal 25 Desember 2011 dan tahun baru 2012. Tuhan memberkati kita semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s