PREDIKSI INDONESIA VS MALAYSIA: FINAL LAGA TANDANG

FINIS CORONAT OPUS

Proficiat dan bravo Indonesia. Luar biasa. Tim Garuda sudah mengangkasa dengan perkasa. Lima kali bertanding tanpa terkalahkan. Memasukkan 15 gol dan kemasukan 2 gol. Prestasi yang luar biasa. Tim Garuda tidak hanya hebat dalam menyerang, tetapi juga piawai dalam bertahan. Jenderal lapangan tengah Firman Utina yang berduet dengan Achmad Bustomi, melakukan perannya dengan sangat sempurna. Pemain sayap, baik gelandang maupun belakang, memainkan laganya dengan begitu menggairahkan. Riedl menata timnya seperti sebuah orkestra dari Vienna yang tidak hanya membuat rasa enak di kuping tetapi juga enak di mata. Suara orkestranya membuat merinding dan gerakan-gerakan serta ekspresi pemainnya menunjukkan betapa mereka hanyut dalam roh dan eros tanpa menggubris ada ribuan orang yang menyaksikan di lapangan, dan jutaan di televisi.

Namun masih ada partai terakhir dengan dua pertandingan lagi. Dan itu yang menentukan. Maka tim Indonesia masih harus melakukannya dengan tetap waspada. Lupakan semua yang sudah lalu. Ini adalah pertandingan mahkota. Finis coronat opus kata orang Latin. Akhir-lah yang memahkotai seluruh karya. Atau orang Jerman mengatakan Ende gut alles gut. Akhir baik maka semuanya baik.

Melawan Malaysia yang sudah ditekuk 5-1 dalam babak penyisihan, membuat di atas kertas ada rasa unggul yang bisa berakibat buruk. Tetapi Opa Riedl pasti sudah tahu bagaimana harus memotivasi dan menata mental anak-anaknya. Ini bukan pertandingan ulangan dengan hasil yang juga ulangan. Ini pertandingan baru dengan atmosfir baru, karena pertandingan dengan skor 5-1 itu sudah lewat. Dan pertandingan baru akan dimulai dengan kedudukan 0-0.

Malaysia pasti akan bangkit dan ingin menuntut balas. Mereka akan bertarung seperti banteng terluka. Apa lagi sebagai pihak yang diremehkan, dia bisa tampil tanpa beban, tanpa tekanan. Mereka sudah menunjukkan dengan baik ketika menekuk Vietnam di laga kandang dan menahannya di laga tandang. Namun patut dicatat bahwa gol Malaysia ke gawang Vietnam lebih merupakan kesalahan penjaga gawang Vietnam. Indonesia pasti tidak ingin melakukan kesalahan itu. Marcus bisa melakukan blunder tetapi sepertinya pemain belakang kita sudah siap mengantisipasinya. Zulkifli, Maman Abdurahman, Nasuha sudah melakukan itu dengan baik pada pertandingan yang lalu.

Di samping itu, Malaysia juga adalah negeri jiran, tetangga kita, yang biasa dikatakan sahabat tetapi juga tak jarang suka senggol-senggolan. Biasanya tetangga justru sering menjadi pesaing utama. Maka menyingikirkan Malaysia bisa diam-diam menjadi dorongan bawah sadar yang menambah eros bagi tim Garuda.

Dengan kondisi ini, dan dengan semangat tambahan untuk merebut mahkota kejuaraan, pada leg pertama, Indonesia akan bertandang ke Malaysia dan menekuk negeri jiran itu di kandangnya sendiri dengan skor 3-1. Itu prediksi saya.

Dalam bola kehidupan, sukses hendaknya memahkotai seluruh karya kita. Segala jerih lelah, kesulitan, perselisahan, percecokan, perjuangan, sakit hati, konflik, harus dilihat sebagi dinamika menuju sukses. Sukses sebagai mahkota karya, hendaknya membuat kita saling memaafkan melupakan yang lalu-lalu dan menatap masa depan. Finis coronat opus. Ende gut alles gut. Selamat memainkan bola kehidupan.

Benyamin Molan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s