PREDIKSI INDONESIA VS FILIPINA: ROH DAN EROS

Sepak bola itu tidak sekadar permainan. Dia punya roh dan eros. Sepak bola tanpa roh akan menjadi tendangan dan gocekan eros yang tak padu, liar, dan cenderung tanpa arah. Roh itu menyerap dalam kedekatan dan kecintaan pada sepak bola dan tradisi sepak bola. Roh itulah yang membuat negara-negara dengan tradisi sepak bola yang kuat tak pernah turun dari pentas. Dibandingkan Filipina, Indonesia lebih unggul dalam hal ini.

Sepak bola juga punya eros. Eros itulah kebebasan yang membuat orang bermain dengan sepenuh hati, penuh motivasi, mengerahkan seluruh daya dan kemampuannya untuk menikmati permainan, dan mencapai titik orgasmiknya ketika gol tiba. Eros adalah tenaga yang mesti dikerahkan dari dalam untuk tetap tegar, energik, dan erektif, untuk menjebol gawang lawan dan memenangkan pertarungan. Eros harus dibangun dari dalam dan tidak bisa dipaksakan dari luar. Karena itu pelatih-pelatih sepak bola ternama dan bertangan dingin adalah orang-orang yang piawai dalam membangun motivasi agar pemain dengan bebas mengerahkan seluruh erosnya dari dalam. Eros itu ekspresi kebebasan. Dia tak boleh diciutkan dan dikerdilkan demi tim. Dia justru harus dikerahkan demi tim. Maka tim pun harus mampu mengerahkan eros para pemain.

Dalam sepak bola, eros yang menjadi motornya dan roh itu kemudinya. Rohlah yang mengatur agar eros tidak mengalami ejakulasi dini tanpa hasil alias editansil. Maka taktik dan strategi serta semangat dan keterpaduan tim menjadi penting. Tim harus menciptakan sinergi, yang lebih dari sekadar kumpulan eros. Dengan kata lain tim harus dibentuk sedemikian rupa sehingga tidak membatasi eros sekaligus juga eros yang dikerahkan sepenuhnya itu tidak membatasi kekompakan tim.

Sepak bola adalah rangsangan eros yang mencapai puncak orgasmiknya pada gol. Tekanan dan kekuatan lawan bukan untuk ditakuti melainkan untuk meningkatkan rangsangan dan berujung pada pencapian titik orgasmik. Maka harus ada dukungan sepenuhnya dari roh dan eros.

Filipina mungkin tim yang kuat, tetapi cuma sebatas erosnya. Rohnya sepak bola belum cukup menyerap di sana. Mereka lebih berjiwa basket dan baseball, dan saat ini sedang terbius euphoria kepiawaian Manny Pacquiao di ring tinju. Sementara roh sepak bola Indonesia sudah lebih berkembang, walaupun kadang-kadang tidak sepadan dengan erosnya. Bahkan kadang kala erosnya lebih besar pada penonton ketimbang pada pemain. Tetapi jangan khawatir. Okto Maniani dan kawan-kawan sudah cukup menampakkan erosnya dalam tiga pertandingan sebelumnya.

Hanya mengandalkan eros tanpa roh, Filipina hanya akan memperlihatkan kegagahannya tetapi tak sanggup mencapai puncak orgasmik. Indonesia harus menang karena ini adalah kemenangan roh dan eros. Prediksi saya 3-1 adalah kemenangan yang wajar buat Indonesia. Namun kalau kalah sekalipun, kita tak harus kehilangan roh, melainkan semakin tertantang untuk lebih mampu mengerahkan eros kita. Masih ada kesempatan kedua.

Sebenarnya eros dan roh ini tidak hanya ada dalam kehidupan sepak bola melainkan juga dalam sepak bola kehidupan. Eros tanpa roh adalah kebebasan yang menyesatkan. Roh tanpa eros adalah jiwa yang layu, loyo, dan pegal linu. Selamat menonton, dan selamat belajar dari, sepak bola. Hahaha, sok freudis.

Benyamin Molan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s