SELAMAT PAGI LEUWAYAN

Leuwayan bukan Firdaus bagi mereka yang datang
Tetapi Eden bagi kami yang tinggal
Dia bukan khayangan bagi para dewa
Tetapi surga bagi kami yang huni

Dia tak cuma kampung halaman kami yang hidup
Tetapi juga dunia leluhur dan anak cucu kami
Dia mengingatkan kami ketika kami rapuh dan terjatuh
Menyembuhkan dan melindungi kami saat terluka dan terancam
Menyatukan kami dalam adat, bahasa, dan ritus

Dia tidak indah untuk dipandang
Tetapi indah buat memandang
Dia tidak setenar dunia wayang
Tetapi sangat akrab kami bayang

Mengarah ke utara, kami tak pernah lupa
Ada laut biru bening membentang
Luas lapang bebas menantang
Hingga batas cakrawala

Angin laut yang datang menerpa
Kami hirup dalam-dalam
Sampai penuh ini dada
Dan, ada rasa lapang lega lepas
Ada rasa bebas merdeka yang terserap

Menghadap ke Barat saat fajar, kami ingat
Bagaikan duduk di balkon bioskop keong mas
Mengagumi Tanjung Baja dan Ile Ape bersolek
Cerah ceriah bersinar keemasan
Tersorot lampu proyektor alamiah
Mentari pagi dari punggung Uyelewun

Petang hari saat tiba sunset, kami masih kenang
Bola matahari yang bulat kemerahan
Perlahan-lahan tersayat oleh batas carawala
Makin lama makin kecil
Akhirnya hilang ditelan bumi

Gelap mulai menggelayut dan adegan pun seolah berganti
Visual berganti auditorial, aksi berganti kontemplasi
Lonceng angelus berdentang dan suara adzan menggema
Itulah suara-suara harmoni yang tak pernah sumbang

Lalu keramaian pun mulai terdengar
Muda mudi bersenandung dan bernyanyi
Bersiul dan bergurau ria di perigi dan mata air panas
Suara anak-anak mengaji
Doa-doa lingkungan dipanjatkan
Diiringi lantunan lagu-lagu Gereja

Lalu berganti lagi sepi
Hanya ada suara jangkrik berkeriap
Suara ombak kecil memecah kesunyian
Dan sayup-sayup terdengar
nyanyian pendayung sampan yang sedang melintas
mengusir sepi dalam kesendirian malam

Suara kakek batuk-batuk tergerus sengatan angin malam
Kokok ayam satu-satu, dan akhirnya bersahutan
Disusul suara petak petok ibu-ibu berlomba meniti jagung
Lalu suara adzan menggema lagi
Lonceng angelus pun berdentang kembali
Pertanda hari baru sudah datang

Selamat Pagi Leuwayan

Benyamin Molan Amuntoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s