PROPOSAL PENERJEMAHAN BUKU

MICHAEL E. ZIMMERMAN, Heidegger’s Confrontation with Modernity.

Penerbit: Indiana University Press, Bloomington and Indianapolis, 1990
Ukuran buku: 14 x 21
ISBN 0-253-36875.8 —

MICHAEL E. ZIMMERMAN, Heidegger’s Confrontation with Modernity, termasuk buku yang masih langka, bukan hanya dalam lingkup nasional melainkan juga internasional. Menurut kesaksian penerbit (Seri Indiana), buku ini merupakan seri Amerika Utara pertama yang secara eksplisit mengabdi pada filsafat teknologi, mengarah kepada pengembangan subdisiplin baru dalam filsafat.

Dalam buku ini, Michael E. Zimmerman melakukan suatu penilaian kembali yang kritis dan obyektif terhadap Martin Heidegger berhadapan dengan dunia teknologi. Buku ini terdiri dari 14 bab yang terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama: Heidegger dan Politik Metafisik Produksionis: Kerinduan akan Dunia Kerja Baru. bagian kedua: Kritik Heidegger terhadap Metafisik Produksionis.

Bagian pertama sedikit banyak berbicara tentang faham metafisik produksionis pada Heidegger dan keterlibatannya pada National Socialism. Keterlibatan Hidegger dan keterlibatannya dalam National Socialism memang menjadi bahan perdebatan yang seru. Ada yang beranggapan bahwa pemikiran-pemikiran Heidegger tidak ada hubungannya dengan keterlibatannya dan mengklaimnya sebagai suatu pencemaran terhadap nama besar Heidegger. Zimmerman dengan penilaian yang berani dan simbang, memperlihatkan hubungan tersebut dengan menelusuri perjalanan sejarah kontekstual serta tetap menghargai Heidegger yang pada zamannya berpihak pada “Kaum Modernis Reaksioner” untuk mencari jalan keluar bagi Jerman yang kala itu terjepit antara dua arus keras kapitalisme dan sosialisme.

Heidegger berpendapat bahwa era teknologi sudah difigurkan lebih dahulu oleh sejarah metafisik awal. Teknologi modern merupakan hasil tak terelakkan dari sejarah tersebut. Menurut Heidegger sejarah Barat adalah sejarah tentang bagaimana “metafisik produksionis” dari Yunani Kuno dengan faham “berada” (to be) berarti “dihasilkan” (to be produced), secara bertahap mengalami degenerasi dan berkulminasi pada teknologi modern. Dalam hal ini Heidegger banyak dipengaruhi Ernest Jűnger yang memahami teknologi modern sebagai manifestasi dari keinginan berkuasa yang abadi namun tersembunyi. Hakikat teknologi dengan demikian bukan mekanik atau teknis melainkan humanitas yang menjadi wahana utama untuk mengejahwantahkan keinginan berkuasa.

Bagian kedua menelusuri pandangan-pandangan Heidegger tentang asal usul konsekuensi dan alternatif yang mungkin dari metafisik produksionis. Di sini Zimmerman menganalisis upaya Heidegger untuk mencari suatu bentuk kerja dan produksi yang otentik melalui transformasi kerja menjadi suatu seni karena menurut Heidegger seni bukan kegiatan dari subyek yang “memproduksikan” sesuatu melainkan proses yang memampukan berbagia hal untuk mengejahwantahkan dirinya sesuai dengan kemungkinan-kemungkinannya sendiri. Sebagai suatu cara kerja atau produksi yang disklusif, seni dapat menimbulkanbentuk-bentuk humanitas dan komunitas baru, tanpa ditandai lagi oleh keinginan berkuasa yang metafisik, atau digiring oleh sejarah metafisik produksionis.

Heidegger adalah filsuf yang sangat representatif dalam tema ini. Tidak ada pengamatan historis dan kritis mana pun dari filsafat teknologi yang mampu mengesampingkan Heidegger. Menghadapi semakin pesatnya perkembangan teknologi dengan segala dampaknya, pandangan Heidegger perlu dikaji.

Mengingat sangat sulitnya menerjemahkan karya-karya Heidegger ke dalam bahasa non-Jerman, usaha Zimmerman ini patut mendapat perhatian. Uraian-urainnya sangat rinci, rapi, mendalam dan sangat kontekstual serta sangat memperkaya pemahaman kita terhadap gagasan-gagasan Heidegger.

Di tengah gejolak pencarian jalan ketiga di luar arus kapitalisme yang semakin ditantang serta sosialisme yang mulai meredup, konsep Heidegger yang dikemukakan di sini patut mendapat perhatian.

Kami mendukung usaha penerjemahan buku ini ke dalam Bahasa Indonesia dengan beberapa pertimbangan tambahan:
1. Informasi tentang pandangan dan pemikiran Heidegger masih sangat langka di Indonesia. Apa lagi mengingat karya-karyanya dalam Bahasa Jerman sangat sulit diterjemahkan.
2. Menambah masukan bagi kita untuk lebih kritis menilai upaya-upaya baru yang semakin gencar dalam mencari alternatif baru di luar jalur kapitalisme dan sosialisme.
3. Perlunya mendampingi akselerasi perkembangan teknologi di Indonesia dengan pandangan-pandangan filosofis yang komprehensif untuk menghindari perkembangan yang berat sebelah, terlalu teknis, mekanis dan kurang manusiawi.
4. Memahami pemikiran-pemikiran Heidegger yang banyak berpengaruh terhadap faham dan pemikiran-pemikiran postmodernisme.

Benyamin Molan Amuntoda

Catatan: Saya memiliki naskah terjemahan buku ini. Apakah ada penerbit atau lembaga yang berminat menerbitkannya? Mohon hubungi saya melalui kolom Leave a Comment. Komentarnya tidak akan kami publish dan komunikasi dilanjutkan melalui e-mail. Terima kasih.

2 thoughts on “PROPOSAL PENERJEMAHAN BUKU

    • Maaf mas, belum ada penerbit yang menawarkan untuk menerbitkannya. Komentar Anda saya approve, biar bisa ikut membantu mempromosikan penerbitannya. Terima kasih dan salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s