Ah, REU

MUBESRATA bilang
Paji Demon telah tiada
Yang ada cuma Reu!

Anda orang Atadei?
Aku tidak!

Anda orang Lebatukan?
Aku tidak!

Anda orang Nagawutun?
Aku tidak!
Tetapi isteriku!

Anda orang Ile Ape?
Aku tidak!
Tetapi ibuku!

Anda partai Demokrat?
Aku tidak!
Tetapi anakku!

Anda orang Golkar?
Aku tidak!
Tetapi kakakku!

Anda orang Katolik?
Aku tidak?
Tetapi kakak perempuanku!

Anda orang Lembata?
Aku juga!
Ah, REU!

Jakarta, 19 Juli 2010

Benyamin Molan Amuntoda

DIALOG GAYA MUBESRATA

Ada cerita lama, mungkin masih dari zaman mubesrata. Seorang pria setengah baya, bergigi mas dengan jam tangan (lonceng tangan) mengkilap melingkar di pergelangannya, nampang di pasar malam Lewoleba. Tampaknya pria asal Ile Ape ini, baru saja pulang dari daerah perantauan, kalau bukan Tawao, mungkin Tanjung Pinang. Melihat jam tangan melingkar di lengan pria tersebut, seorang pria lain menyapa dia dan bertanya:
Jam pira kae reu?” (Jam berapa teman?) Dia pun menyahut ramah dan lugu dengan guyon gaya mubesrata: “jam mata ya reu, untuk kembang saja reu.” (Jamnya mati teman, untuk nampang saja teman.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s