SIAPA JUARA PIALA DUNIA? TIM

Menyaksikan penampilan kesebelasan Jerman di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ini, saya yakin tidak ada tim lain yang bisa mengalahkan Jerman. Menyarangkan empat gol ke gawang lawan, menjadi kekhasan Jerman. Australia korban pertamanya dengan skor 4-0. Menyusul Inggris 4-1, dan Argentina 4-0. Beruntung Ghana cuma kebagian 1 gol, dan lebih beruntung lagi Serbia, bisa mengalahkan Jerman 1-0. Dan anehnya lagi ketika Jerman dikalahkan Serbia dan kemudian mengalahkan Ghana dengan skor tipis 1-0, Klose tidak bermain. Apakahnya maskot empat gol itu ada di Klose?

Jerman memang dahsyat. Julukan panser tampaknya tidak lagi cocok bagi Jerman. Jerman bukan lagi diesel yang lambat panas. Jerman sekarang menjadi ramuan antara Jerman (tim dan teknik), Brazil (kecepatan), dan Inggris (power untuk kick and rush). Joachim Loew merekrut pemain yang masih muda-muda, dengan kecepatan dan power yang masih prima, kemudian memolesnya dengan teknik dan strategi khas Jerman. Dengan pertahanan yang kokoh, barisan penyerang yang tajam, sayap-sayap yang siap melejit, dan didorong tenaga-tenaga muda yang masih segar, serta kerja sama tim yang sangat solid, Schweinsteiger bisa menari dengan leluasa mengatur strategi, baik untuk menyerang maupun untuk bertahan.

Jerman sekarang menjadi contoh soal paling transparan mengenai efektivitasnya sebuah tim. Kita sudah banyak belajar dalam berorganisasi bahwa tim yang padu akan menghasilkan satu sinergi, di mana kekuatan yang dihasilkan itu melebihi jumlah kekuatan individual dari setiap anggota tim. Sedangkan tim yang tidak padu justru akan menghasilkan social loafing, karena kekuatan yang dihasilkan itu kurang daripada jumlah kekuatan individual masing-masing anggota.

Sepak bola adalah permainan tim. Sebuah tim yang tidak berjalan secara padu justru akan membuat sistem tidak berjalan. Yang ada hanya individu-individu yang bermain bersama, tetapi bukan dalam tim. Ini tampak sekali pada Inggris (dan juga Argentina) yang terlalu mengandalkan pemain bintang. Sistem yang menghasilkan sinergi menjadi tidak jalan karena tim tidak berfungsi sepenuhnya. Pemain dalam tim yang kompak akan menjadi tim pemain bintang. Pemain Jerman adalah pemain-pemain bintang yang mengkilap karena digosok oleh tim. Sedangkan pemain bintang dalam tim yang tidak padu, akan meredup. Itulah sebabnya mengapa John Terry yang begitu perkasa dan gagah ketika tampil di tim Chelsie, tampak menciut dalam tim Three Lions. Mengapa Messi yang begitu mengkilap ketika bersama Barcelona, jadi redup ketika berada di tim Argentina.

Kalau begitu siapa yang akan jadi juara Piala Dunia? Yang pasti, dia adalah tim yang benar-benar memiliki keterpaduan sebagai tim. Maka persaingan untuk merebut kejuaraan Piala Dunia adalah persaingan dalam keahlian meramu para pemain menjadi sebuah tim bintang. Sampai sekarang saya belum melihat itu pada tim-tim lain selain Jerman. Tentu saja, tetap terbuka kemungkinan bahwa kejuaraan bisa jatuh ke tangan Spanyol, Belanda atau Uruguay, tetapi yang jelas, tim calon juara harus lebih padu dari Jerman sebagai tim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s