PREDIKSI BELANDA VS BRAZIL DAN URUGUAY VS GHANA

Argumentum ad hominem

Debat atau argumentasi dalam bola kehidupan sering menjatuhkan kita ke dalam kesesatan argumentum  ad hominem. Kita lebih memperhatikan siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakan. Tidak heran kalau yang merasa lebih tua dan berpengalaman akan mengatakan kepada lawan debatnya “anak ingusan baru lahir kemarin, lu tahu apa” kalau lawannya memang lebih muda atau lebih kecil. Seolah-olah yang besar dan tua itu lebih benar argumentasinya daripada yang lebih kecil dan muda.

Brazil dan Belanda merupakan dua tim yang sudah cukup sering lolos ke putaran final Piala Dunia. Brazil sudah 18 kali (1930, 1934, 1938, 1950 berturut-turut sampai sekarang ), dan 5 kali menjadi juara; sedangkah Belanda 8 kali (1934, 1938, 1974, 1978, 1990, 1994, 1998, 2006) tanpa sekalipun menjadi juara, walaupun sempat 2 kali masuk final. Tahun 1974 Belanda ditundukkan Jerman di bawah “Kaisar” Beckenbauer, dan 1978 disingkirkan Argentina di bawah Mario Kempes. Prestasi Brazil tentu jauh di atas Belanda. Ini membuat kita gampang jatuh ke dalam kesesatan ad hominem. Seolah-olah Belanda yang lebih kecil prestasinya pasti akan kalah dari Brazil dengan nama besar dan prestasi seabrek.

Brazil dan Belanda memasuki perempat final dengan masih relatif santai. Artinya keduanya belum mengerahkan kekuatan sepenuhnya, dan memfungsikan seluruh taktik dan strateginya. Brazil belum menemukan lawan yang tangguh, sementara Belanda baru menurunkan Arjen Robben yang juga belum pulih seratus persen, tetapi sudah membuat Belanda lebih hidup. Kerja samanya dengan Sneijder sudah membuahkan hasil. Kiranya Belanda akan memberikan perlawanan berkelas kepada Brazil. Maka bisa dipastikan pertandingan ini akan menjadi pertarungan yang menarik.

Pertemuan ini akan menjadi pertemuan ketiga dalam lima tahun terakhir Piala Dunia. Semuanya pada babak knock-out. Brazil menang 3-2 di Piala Dunia 1994 dan 4-2 dalam semifinal Piala Dunia 1998 di Perancis. Memang Belanda sudah banyak melakukan perubahan. Permainan indah zamannya Johan Cruyff, Johan Neeskens, Ruud Gullit, Marco van Basten, mulai ditinggalkan Bert van Marwijk. Yang lebih dikejar sekarang adalah gol, karena yang menentukan kemenangan adalah gol. Namun ternyata sampai sekarang gol yang dikejar Belanda pun belum cukup meyakinkan. Ada kekhawatiran bahwa Belanda malah akan kehilangan dua-duanya, sepak bola indah dan sekaligus golnya. Mengharapkan tim Belanda sekarang mampu mengalahkan Brazil tampaknya kurang realistis. Sepertinya tidak ada kesesatan argumentum ad hominem di sini. Brazil akan memenangkan pertandingan ini dengan skor 3-1, skor yang sama ketika Belanda dikalahkan Argentina di final Piala Dunia 1978.

URUGUAY VS GHANA

Ghana yang baru dua kali ini mengikuti putaran final Piala Dunia (pertama kali tahun 2006) dan baru kali ini lolos ke perempat final mungkin hanya akan mewakili Afrika sampai di sini. Uruguay yang sudah sepuluh kali (1930, 1950, 1954, 1962, 1966, 1970, 1974, 1986, 1990. 2002)  mengikuti putaran final piala dunia, dan dua kali menjadi juara, tampaknya bukan hanya mengunjuk tradisi dan prestise masa lalunya, melainkan juga prestasinya sekarang. Uruguay adalah peringkat ketiga di Amerika Selatan setelah Brazil dan Argentina.  Maka agak sulit bagi Ghana untuk melakukan kejutan dalam pertandingan knock-out yang terlalu penting ini. Uruguay akan menundukkan Ghana dengan skor 2-0, lebih tipis daripada skor Uruguay menundukkan Afrika Selatan, 3-0.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s